Zainur Rifandi Mampu Melukis Gus Dur Cucu Pendiri NU

  • Whatsapp

SUMENEP -Moh Zainur Rifandi (16) asal Dusun Giring, Manding Sumenep mempunyai keahlian melukis. Salah satu karyanya mampu melukis KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU)

Lukisan anak kelahiran 27 November 2005 ini mirip persis dengan Presiden ke-4 Gus Dur.

Muat Lebih

Bahkan Zainur melalui Karya seni banyak menghasilkan karya yang membuat dan memikat hati. Sebagian karya seni seperti lukisan misalnya, karya dengan teknik beragam versi ini telah didalami oleh khalayak kalangan.

Mulai dari lukisan tangan yang menggunakan pensil, kuas, dan pewarna seperti cat hingga digital, saat ini kian mencuat. Siapa sangka,

Jika sebuah lukisan bisa bicara, mungkin kita akan terhibur mendengar ceritanya tentang kelakuan orang-orang yang berdiri memandangnya dengan sejuta opini atau berpose di depannya demi menambah estetika Instagram feeds mereka.

Seperti goresan pena pada lukisan Ifan sapaan akrab Zainur Rifandi Yusuf dan seperti halnya karya seni lainnya, berasal dari bagian paling personal si pembuat karya yang begitu dilempar ke publik harus merelakan diri untuk “ditelanjangi” oleh opini dan persepsi mereka yang melihatnya.

Semua orang merasa berhak untuk beropini terhadap suatu karya lukis. Ada yang mengapresiasinya berlatar pengetahuan, tapi tak jarang pula terdengar celetukan.

Ifan sendiri mengaku suka melukis dengan jenis realisme. Seni lukis realisme yaitu usaha manusia untuk mendokumentasikan apa yang ia lihat ke medium lain, jauh sebelum seni fotografi dikenal.

Realisme atau sering disebut juga sebagai naturalisme adalah aliran seni lukis yang fokus utamanya adalah menggambarkan sebuah objek dengan apa adanya, sesuai kenyataan, tanpa tambahan elemen buatan atau eksplorasi artistik.

Kecenderungan aliran ini adalah meniru bentuk objek semirip mungkin dengan aslinya. Tak hanya itu, Ifan pun juga masih belajar teknik belajar melukis lainnya, seperti impresionisme, surealisme, ekspresionisme, abstraksionisme, pointilisme, dan kubisme.

Melukis adalah kesenangan bagi Ifan. Sejak kecil saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), dia telah menyukai gambar dan menggambar banyak hal. Namun, kecintaan melukis jenis realisme dia tekuni setelah mondok di Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah, Kecamatan Guluk-guluk.

“Mulai mondok baru bisa melukis gambar wajah muka ini,” ucap santri Lubangsa Raya Ponpes Guluk-guluk ini, Kamis 20 Mei 2021.

Putra pertama dari pasangan Kisniyati (33) dan Hasan Asy’ari (40) juga aktif di salah satu organisasi ektra kurikuler sekolah, yakni teater Sanggar Pangeran. Sedikit bercerita, mengetahui lukisan dan mulai menggambar, Ifan mengaku memiliki guru di Kecamatan Ganding.

“Saya belajar kepada salah satu di Kecamatan Ganding, Iskandar Yunhan Art. Itu nama penanya,” kata anak yang baru masuk kelas I Sekolah Menengah Atas (SMA) ini.

Melihat prestasi Ifan, sempat dirinya pernah mengikuti sebuah lomba melukis tingkat Ponpes dan menjuarai peringkat tiga. Selain melukis, Ifan juga menyukai seni keterampilan tangan. Seperti membuat mainan sepeda motor dari cottonbods dan bekas korek api. Sebab itu, dia akan mengikuti ajang yang lebih tinggi dalam lomba kesenian.

“Sebentar lagi saya mau ikut lomba lukis tingkat Jawa Timur,” akuinya.

Saat ini Ifan menekuni karya lukis jenis karikatur. Disamping itu, hasil karyanya itu telah banyak orang memesannya. Harganya variatif dan beragam, tergantung tingkat kesulitan yang dibuatnya.

“Biasanya saya jual Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu,” tutur Ifan.

Ifan memang memiliki keinginan menjadi seorang pelukis. Baginya, menjadi seorang pelukis profesional karena termotivasi pada Iskandar Yunhan Art. Dengan melukis, kata dia, ingin membayangkan kedua ornag tuanya.

“Dulunya hanya coba-coba, gambar kartun dan karikatur lainnya. Dari situ kemudian timbul inisiatif saya suka menggambar,” timpalnya.

“Harapan saya ingin membanggakan orang tua, dan berguna bagi orang lain,” pungkasnya.(rus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *