Wakil Bupati Sumenep Gandeng Ormas Soal Vaksinasi

  • Whatsapp

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep akan menggandeng organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam menyukseskan vaksinasi Covid-19.

“Berharap masyarakat untuk terus patuhi protokol kesehatan meskipun sudah ada vaksinasi,” kata Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi di kantor Kodim Sumenep, Kamis, 14 Januari 2021.

Muat Lebih

Masyarakat untuk tidak termakan dengan hoax. Sebab kata Fauzi, vaksin itu dijamin aman. Bahkan MUI sudah mengeluarkan fatwa bahwa vaksin adalah halal. “Kemarin Presiden telah divaksin,” tuturnya.

Pelaksanaan Vaksinasi di Kabupaten Sumenep menurut Achmad Fauzi, dilakukan pada Februari. “Nantinya bukan saja elemen pemerintah tetapi ormas akan dilibatkan,” ulasnya.

Berdasarkan data penyebaran covid di Sumenep ada 1424 pasien positif sedangkan yang dinyatakan sembuh 1233 yang meninggal 83 yang masih dalam perawatan 191, Demikian data yang diunggah di akun Instagram Kominfo Sumenep.

Disoal terlaksananya operasi Yustisi, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menegaskan hal ini bagian langkah untuk menekan laju penyebaran covid. “Kadang masyarakat bawah masker tetapi tidak dipakai,” ungkapnya.

“Jadi operasi hari ini sama soal penindakan kepada masyarakat ketika tidak menggunakan masker,” ungkapnya.

Nantinya, kata Achmad Fauzi tidak hanya fokus di kota tetapi akan menyasar ke kecamatan. “Jadi kita imbau sejak tahun lalu masyarakat untuk patuh protokol kesehatan,” pungkasnya.

Peran Tokoh Agama

Berdasarkan hasil survei Kemenag RI, mayoritas umat beragama siap divaksin.

“Responden umumnya 54,37 persen siap divaksin Covid-19, di tengah pandemi yang kian mengkhawatirkan ini,” kata Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag, Prof Ahmad Gunaryo dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 13 Januari 2021.

Prof Gunaryo mengatakan, perlu penguatan edukasi publik terkait vaksin dan vaksinasi. Selain penjelasan medis yang transparan, edukasi dalam hal keagamaan juga perlu diintensifkan terutama oleh tokoh agama.

Ia mengatakan, peran pemuka agama dan ormas keagamaan sangat strategis karena mereka sumber informasi paling dipercaya publik. Karena itu, menurut dia, untuk meningkatkan penerimaan masyarakat akan vaksinasi Covid-19 ada beberapa hal layak dipertimbangkan. (rus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *