Wabup Nyai Eva: Sumenep Masih Surplus Beras

  • Whatsapp

SUMENEP – Wakil Bupati Sumenep Nyai Hj Dewi Khalifah menyebut kabupaten Sumenep mengalami Surplus (Kelebihan) beras.

“Bahwa pada hari ini kita sedang surplus beras di kabupaten Sumenep,” kata Nyai Eva kepada Media saat peninjau langsung panen raya di Desa Paberesan, kota Sumenep Madura Selasa, 6 April 2021.

Muat Lebih

Ia berharap petani untuk mengunakan pupuk organik seperti yang dilakukan di Desa Paberasan.

Potensi pertanian di Kabupaten Sumenep sangat luar biasa yang luasnya mencapai 168.673 hektar, terdiri atas lahan sawah seluas 25.681 hektar, tegalan seluas 117.341 hektar dan 65 persen masyarakat Sumenep bermata pencaharian sebagai petani.

Khusus lahan dan produktivitas semakin meningkat dari tahun ke tahun yakni luas tanam pada bulan Oktober – Maret 2018/2019 seluas 27.412 hektar, sedangkan periode bulan Oktober – Maret 2019/2020 seluas 30.935 hektar, sehingga ada kenaikan luas tanam atau surplus seluas 3.523 hektar dibandingkan tahun sebelumnya.

Nyai Eva secara tegas pemerintah Kabupaten Sumenep akan terus melakukan torobosan selain beras nanti juga mendorong untuk melakukan penanaman beras merah atau hitam. Bahwa dari beras itu nanti ada berapa hasil olahan.

“Kepada ibu untuk menjadi beras sebagai menjadikan bahan dasar untuk membuat kue,” ujarnya.

Tentu, Kata Nyai Eva, memang ada berapa daerah pertanian di Sumenep yang perlu dikembangkan untuk dikembangkan dengan mengunakan pupuk organik baik dari pupuk kandang atau kompos atau perpaduan seperti saat ini Sebab, masyarakat dunia lebih tertarik dengan bahan makanan yang sehat yang tidak menggunakan kimia.

“Mudah-mudahan ini menjadi percontohan di Kabupaten Sumenep,” tuturnya.

Di tempat yang sama Kepala Desa Paberasan Rahman Saleh mengungkapkan, luas lahan untuk demonstrasi plot (Demplot) padi yang memanfaatkan pupuk organik produk Natural Nusantara (NASA) 0,5 hektar.

“Dengan program tanam padi sehat menggunakan pupuk organik ini, biaya produksi tidak bengkak. Mudah-mudahan, panen raya uji coba penggunaan pupuk organik ini menjadi komitmen pemerintah desa dan petani untuk memajukan pertanian organik,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *