Tuduh Serobot Tanah, Advokat di Sumenep Ditetapkan Tersangka Penistaan

  • Whatsapp
Suasana gerbang perumahan BSA saat malam hari. (Santrinews.com/bahri)

SUMENEPMuhammad Sidik, Seorang Advokat di Sumenep ditetapkan tersangka dalam kasus sengketa tanah perumahan Bumi Sumekar Asri (BSA) yang dikelola oleh PT SMIP.

Semula Ia statusnya sebagai saksi dalam kasus tersebut. Kemudian statusnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sumenep lantaran dikatakan menuduh PT SMIP menyerobot tanah milik desa.

Muat Lebih

Tuduhan yang dimaksud tertuang dalam muatan Koran Radar Madura edisi Minggu, 27 November 2016 dengan judul berita “Tanah Pecaton Tumbuh Perumahan”.

Sidik dalam Koran tersebut mengatakan, PT SMIP mengambil 27 hektar tanah pecaton, tanpa tanah pengganti dan tanpa ada tukar guling.

Berdasar komentar tersebut, Supandi Syahru kuasa dari pengelola Perumahan BSA melaporkan Sidik sebagai bentuk penistaan tanpa bukti.

“Sidik menista orang lain yang dimuat di media dengan menuduh PT SMIP (pengelola perumahan BSA) mengambil 27 hektar tanah pecaton, tanpa tanah pengganti, tanpa ada tukar guling. Tuduhan Sidik dalam berita itu yang menyebabkannya dilaporkan pidana dan kini ditetapkan sebagai tersangka,” urainya.

Sementara Kusah Hukum PT SMIP, Subagyo menjelaskan, Sidik sempat diberi kesempatan oleh penyidik untuk membuktikan tudingannya.

“Sudah diiizinkan oleh penyidik untuk membuktikan. Namun tak bisa membuktikan. Dia sudah cukup lama kita tunggu untuk membuktikan, tapi tidak bisa dan tidak mengakui kesalahannya,” terangnya.

Sebagai barang bukti yang telah disita penyidik guna memperkuat sangkaan kepada MS antara lain :

1. Sertifikat Hak Pakai sebanyak 3 buku milik 3 Desa. Sebagai bukti bahwa tanah pengganti ada. Tidak seperti yang ditudukan MS dalam komentar.

2. Salinan Asli Putusan PN Sumenep No. 09/Pdt.G/2018/PN.Smp dan Putusan PN No. 09/Pdt.G/2018/PN.Smp tertangga10 Oktober 2018 yang membuktikan bahwa majelis hakim pernah melihat dan meninjau lokasi tanah-tanah pengganti yang oleh MS dituduh tidak ada.

3. Koran Jawa Pos Radar Madura Edisi 27 November 2016.

Dalam surat penetapan Polres Sumenep, Nomor: S.Tap/73/V/2021/Satreskrim, diterangkan akan melakukan pemanggilan kepada Sidik sejak tanggal ditetapkan sebagai tersangka. (ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *