Tingkatkan Kapasitas Aparatur Desa, Ansoruna Business School Gelar Sekolah Desa

  • Whatsapp

Muat Lebih

Malang – Sekolah Desa Gelombang Pertama yang dilaksanakan oleh Ansoruna Business School PC. GP. Ansor Kabupaten Malang digelar di Padepokan Cinta Tanah Air Curungrejo Kepanjen Kabupaten Malang, Sabtu 20 Juli 2019.

Dengan tagline Menuju Desa Gemilang, dan bertemakan “Desa Membangun Indonesia,” kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta.

Ada tiga Trainer yang akan memberikan materi dalam kegiatan Sekolah Desa, Diantaranya, Fakhrul Rizal, Tenaga Ahli-Peguatan Kapasitas Aparatur Desa (PKAD) Ditjen Bina Pemdes-Kementerian Dalam Negeri.

Trainer selanjutnya adalah Fadilah Putra, Wakil Direktur Pasca Universitas Brawijaya (UB) Malang, dan Muhammad Iksan, Direktur Yayasan Satu Indonesia (YSI).

Husnul Hakim Syadad, Ketua PC. GP. Ansor Kabupaten Malang mengatakan, bahwa sekolah desa ini dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa. “Pesertanya ada 35 orang, yang akan dilatih khusus tentang pengelolaan dan membangun desa.

Ada tiga materi dari tiga narasumber tersebut. Materi pertama; Tata kelola Keuangan Desa. Materi kedua, Administrasi Keuangan Desa dan materi ketiga, Perencanaan dan Pembangunan Desa,” tambah Husnul.

Husnul, mengatakan bahwa Sekolah desa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di Kabupaten Malang. Tujuannya, untuk membangun desa lebih sejahtera, lebih siap mengelola dana desa yang diberikan pemerintah pusat.

“Target akhirnya, desa di Kabupaten Malang menjadi desa gemilang dalam segala sektor. Baik pengembangan potensi wisata yang ada di desa. Ekonominya gemilang, kesehatannya gemilang, kesejahteraannya juga gemilang dan pendidikan masyarakatnya juga gemilang,” terangnya.

Sementara, Musaffa’ Safril, dari Ansoruna Business School PP. GP. Ansor mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk peningkatan kapasitas dalam pengelolaan keuangan desa.”Kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan kami, yang melihat banyak kepala desa dan aparaturnya tersandung masalah pengelolaan keuangan desa”, ujarnya.

Safril menyampaikan, bahwa sudah banyak kades yang masuk bui karena salah dalam pengelolaan keuangan desa.

“Peningkatan kapasitas ini menjadi penting, sehingga kedepan tidak ada lagi kades yang bermasalah dengan tata kelola keuangan desa, sehingga dana desa betul-betul untuk rakyat”, harapnya.

“melihat antusiasme calon peserta serta minat publik dibeberapa daerah untuk mengikuti kegiatan ini, kemungkinan besar kedepan kegiatan serupa akan kami laksanakan di beberapa Kabupaten di Jawa Timur”.

Hadir dalam pembukaan sekolah desa tersebut, kepala DPMD Kabupaten Malang Suwaji, Rektor Unira Malang, Hasan Abadi, Sekcam Kepanjen, wakil Direktur Pasca Sarjana Unibraw, Fadillah Putra, ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Direktur Ansoruna Business School, Direktur Ansor Institute. (Safril Daud)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *