Tim Sumenep Barokah Laporkan Praktek Money Politik ke Bawaslu

  • Whatsapp
Fattah Jasin bersam tim usai melapor ke Bawaslu gelar Konfrensi Pers di Media Center Sumenep Baroakh. (Santrinews.com/bahri)

SUMENEP – Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Fattah Jasin – Ali Fikri Writs meloporkan dugaan money politik kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumenep pada, Senin 14 Desember 2020.

Dugaan pidana Pilkada Sumenep 2020 itu dilakukan oleh beberapa kepala desa (Kades) dan pemerintah kecamatan dalam rangka untuk memenangkan Paslon Achmad Fauz – Dewi Khalifah.

Muat Lebih

Baca Juga: Kumpulkan Kepala Desa, Aaid Abdullah: Mari Bersama Melayani Masyarakat

Dalam perkara itu yang dilaporkan adalah Kades Tamedung Kecamatan Batang – Batang, Kades Tambaagung Barat Kecatan Ambunten dan Sekretaris Camat Dungkek.

Mereka diduga telah melanggar UU Nomor 10 Tahun 2016 – Perubahan Kedua UU No 1 Tahun 2015 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Menjadi Undang-Undang.

Menurut Pendamping Hukum Sumenep Barokah Sulaisih Abdurrazak, di daerah terlapor telah terjadi pengkondisian massa secara terstruktur dan masif untuk mengakomodir suara masyarakat bertumpu pada Paslon 01.

“Itu berkaitan dengan Money Politik tersstruktur. Jadi meskipun dia tidak ada money politik, tetapi terstruktur, menyuruh tanpa memberi duait sekalipun, tapi mensolidir Kades sebagai petahana itu sudah melanggar undang-undang,” terangnya.

Ia menjelaskan, barang bukti dugaan pidana Pilkada yang dikantongi pelapor adalah berupa chating dan voice note melalui Whatsapp. Dalam chatingan dan voice tersebut, terlapor dijelaskan bahwa sudah dengan gamblang memonitor transaksi soal pembagian amplop.

“Soal ajakan itu jelas. Kades soal mengajak coblos nomor 01 itu jelas,” katanya.

Bukan hanya tiga terlapor di atas, sambung Sulaisih, masih ada banyak Kades dan oknum pemerintah kecamatan yang berkasnya akan segera disetor ke Bawaslu. “Untuk sekarang baru tiga,” ucapnya.

Ketua Bawaslu Sumenep Anwar Nuris membenarkan mengenai laporan tersebut. Pihaknya telah menerima berkas laporan tersebut.

“Nanti kita akan lakukan Pleno, apakah sudah memenuhi unsur sayarat formil dan meterilnya,” katanya kepada awak media di halaman kantornya, di Jl KH Masyur No 64 Desa Pangarangan.

Nuris mengatakan, loparan yang diterima dari Tim Sumenep Barokah yakni mengenai netralitas Kades dan dugaan Money Politik. “Ada dua pelapor pertam dilakukan oleh Tim Pemenangan Paslon dan satunya saya lupa,” pungkasnya. (ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *