Tambak Udang di Desa Badur Belum Kantongi Izin

  • Whatsapp
DIGARAP: Tambak Udang milik PT Hidup Sentosa Tambak Madura mendapat penolakan keras dari masyarakat se Timur Daya.

SUMENEP – Polemik akuisisi alih fungsi lahan tambak udang oleh PT Hidup Sentosa Tambak Madura (PT HSTM) terus bergulir. Warga dan para kiai menolak keberadaan Tambak Udang tersebut.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep menyebutkan, tambak udang yang terletak di Desa Badur Kecamatan Batuputih belum mengantongi izin.

Muat Lebih

“Tambak udang yang berada di Desa Badur izinnya masih dalam dalam proses,” kata Kabid Perizinan DPMPTSP Sumenep Kukuh Agus Susyanto, saat dikonfirmasi, Kamis, 10 Oktober 2019.

Meski belum mengantongi izin lengkap dari pemerintah, kata Kukuh, Tambak Udang di Desa Badur tersebut sudah mulai digarap dan siap operasi.

”Di sana sudah ada kegiatan, dan kayaknya sudah hampir rampung. Tapi masih belum beroperasi,” ujarnya.

Polemik bermula dari penolakan masyarakat atas keberadaan tambak udang di Desa Badur tersebut. Pada 8 Oktober 2019, masyarakat se Timur Daya (Kecamatan Batuputih, Gapura, Batang-batang, dan Dungkek) menggelar istighasah sekaligus menyampaikan sikap penolakan.

Dalam kegiatan tersebut, MWC NU se Timur Daya yang terdiri empat kecamatan menolak keras keberadaan tambak udang milik PT Hidup Sentosa Tambak Madura itu.

Sikap yang berisi delapan poin penolakan tersebut dibacakan oleh KH Kamalil Irsyad dengan ditujukan kepada Bupati Sumenep KH A Busyro Karim. Istighasah dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Assadad Ambunten, KH Thaifur Ali Wafa. (ari/bay)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *