STPI Sumenep Gelar Pelatihan Kader TBC

  • Whatsapp

SUMENEP – Stop TB Partnership Indonesia (STPI) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur menggelar pelatihan kader TBC, di SDN Grujugan, Gapura, Senin, 5 April 2021.

Kegiatan ini dilakukan dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader TBC ini sehingga Kader TBC mampu melakukan peran dan tugas sebagai Kader TBC di Desa Grujugan.

Muat Lebih

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep 2020 menunjukkan estimasi kasus TBC di Desa Grujugan berjumlah 20 orang. Namun demikian angka temuan kasus baru 8 kasus. Lebih dari 60% kasus yang belum ditemukan, tentu akan berisiko menularkan ke banyak orang dan memicu meningkatnya angka kasus TBC.

Kecamatan Gapura adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Sumenep yang memiliki kasus TBC cukup tinggi. Diperkirakan ada 59 kasus pada tahun 2020. Salah satu Desa dengan estimasi angka TBC yang tinggi adalah Desa Grujugan.

Field Officer STPI Sumenep Sukri mengatakan bahwa diperlukan sistem pendekatan yang dapat menemukan penderita TBC di masyarakat, mengobati dan mengawasi penggunaan obatnya hingga tuntas dengan cara melibatkan masyarakat.

“Pelatihan kader TBC di Desa Grujugan dirasa sangat penting sebagai pencontohan sebelum diterapkan di Semua Desa,” kata FO STIP Sukri kepada media.

Menurut Sukri, Desa Grujugan telah diresmikan sebagai Desa Siaga TBC di Kabupaten Sumenep. “Desa Siaga TBC ini akan mewadahi pelibatan masyarakat dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC di desa,” ungkapnya.

“Salah satu bentuk Pelibatan dan pengembangan kapasitas masyarakat adalah pembentukan kader TBC Desa Grujugan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Gapura, Zainuddin selaku pemateri pada pelatihan Kader TBC juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya pencegahan TBC.

“Salah satunya dengan membekali pengetahuan mengenai TBC kepada para kader,” ujar Kapus Zainuddin.

Zainuddin berharap Desa Grujugan sebagai Desa Siaga TBC bisa menjadi embrio dalam melakukan pencegahan TBC.

“Nanti setelah di Desa Grujugan maksimal kita akan bergerak ke desa lain di Kecamatan Gapura, dan semoga juga ke desa-desa lain,” pungkasnya.(rus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *