Sosok Mulyadi Tamsir di Mata KAHMI Sumenep

  • Whatsapp

SUMENEP – Mulyadi Tamsir Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PB HMI) 2016-2018 masuk dalam daftar penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182, yang diduga jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Mulyadi berada di dalam pesawat bersama istri, mertua, dan satu anaknya ketika akan pulang ke kampung halamannya di Sintang, Kalimantan Barat.

Muat Lebih

Sosok Mulyadi di mata Malik Mustafa Kahmi Sumenep selaku sahabat karib pada saat menjadi pengurus di PB HMI. “Saya bersaksi beliau orang sangat baik,” kata Malik kepada SantriNews.com.

Bahkan, kata Malik, dirinya satu kepengurusan di PB HMI bahkan satu bascame dengan beliau. “Jadi saya pernah tinggal satu bascame pada saat di Jakarta,” jelasnya.

“Dia anaknya sangat baik dan istiqomah dan rajin sholat,” ceritanya.

Kejadian lucu yang dialami Malik bersama Mulyadi Tamsir pada saat sepedanya ditilang oleh pihak kepolisian. Mulyadi mengajak dirinya untuk mengambil sepeda di Polda Metro Jaya.

“Namun lucunya, sepeda kembali ditilang pada saat ditanya soal KTP saya menjawab dari Madura dan Mulyadi dari Kalimantan. Kemudian polisi itu bilang iya sudah pulang yang penting kalian akur,” ujarnya.

Terakhir kali komunikasi dengan dengan Mulyadi Imbuh Malik, jelang pelaksanaan pilkada. “Jadi kali terakhir saya berkomunikasi dengan beliau pada saat jelang pilkada,” tuturnya.

Mendengar kabar tersebut, Mantan Komisioner KPU Sumenep ini turut megucapkan berduka atas insiden tersebut. “Pihak keluarga diberi kesabaran dan ketabahan inilah takdir. Syukur-syukur jika ada keajaiban ditemukan dengan selamat. kalaupun hal yang paling buruk terjadi sama beliau mudah-mudahan diberikan tempat yang terbaik disisinya,” tandasnya.

Dilansir dari Media Kompas.com pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan kode penerbangan SJY 182 hilang kontak pada Sabtu 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB.

“Pada pukul 14.37 WIB, kapten pesawat sempat meminta naik ke ketinggian 29.000 feet (ketinggian jelajah). Dinyatakan hilang kontak pada pukul 14.40 WIB,” ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam konferensi pers virtual dari Bandara Soekarno Hatta, Sabtu malam.

Budi pun menyebut, pesawat hilang dari radar dalam hitungan detik. Juru Bicara Menteri Perhubungan, Adita Irawati, menyebut posisi terakhir pesawat diketahui berada di atas Kepulauan Seribu.(rus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *