Rekam Jejak KH Busyro Karim 10 Tahun Pimpin Kota Sumenep, Kini Fokus Pesantren

  • Whatsapp

SUMENEP – Masa jabatan Bupati Sumenep KH A Busyro Karim dan Achmad Fauzi berakhir hari ini ditandai dengan serah terima jabatan dengan Pelaksana Tugas Harian (PLH).

Rekam jejak perjalanan KH A Busyro Karim dalam karier politik atau birokrasi. 10 tahun KH Busyro Karim menjadi Ketua DPRD Sumenep dan 10 tahun menjadi Bupati Sumenep.

Muat Lebih

Beragam prestasi selama Kepemimpinan KH Busyro Karim – Achmad Fauzi. Padai tahun 2020 ini meraih penghargaan tingkat nasional di antaranya berupa, Penghargaan Kapabilitas Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) level 3 dan penghargaan Maturitas Penyelanggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) level 3.

Selama pemerintahan KH Busyro Karim dan Achmad Fauzi memdapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tiga tahun berturut-turut, yakni laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2017, 2018 dan tahun 2019.

Kini, KH Busyro Karim menjadi warga biasa seperti masyarakat umumnya. Selain itu, KH Busyro Karim akan kembali konsen sebagai tenaga pendidik di Pesantren. “Meskipun saya tidak lagi menjabat tetapi tetap akan memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan di Pesantren,” ungkapnya.

Tepat hari ini tanggal 17 Februari 2021 Surat Keputusan (SK) berakhir. Beragam agenda mulai penyerahan Jabatan serta lepas purna waktu tugas yang di tempatkan di Pesantren Al-Karimiyyah, Gapura, Sumenep Madura Jawa Timur.

Seluruh OPD ikut melepas dengan mengantarkan KH Busyro Karim Kekediamannya di Gapura. Di tengah suasana pelepasan masa purna turun hujan menguyur. “Jadi hujan sebagai tanda barokah,” kata KH Busyro Karim.

Pada saat penyampaian selayang pandang sepatah kata kenangan dari berbegai OPD diawali dengan pembacaan Puisi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep sebagai ungkapan kepada KH Busyro Karim.

Dilanjutkan dengan sepatah kata dari Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi sekaligus Bupati terpilih. “Jadi selama 5 Tahun menjadi wakil Bupati saya banyak belajar sama Buya (KH A Busyro Karim_red) sebab saya dari pengusaha sedangkan Buya adalah birokrasi,” ungkapnya yang ditemani Istri Nia Kurnia Fauzi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *