PW IPPNU Jatim Tolak Penghapusan PKPT

  • Whatsapp

SURABAYA – Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menolak terkait penghapusan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT).

“Adanya PKPT di kampus untuk saling melengkapi bukan untuk saling sikut artinya secara bersama-sama untuk bersama menjaga amaliah NU,” kata Ketua PW IPPNU Jatim Puput Kurniawati kepada SantriNews.com, Sabtu 25 Januari 2020.

Muat Lebih

Ketua PW IPPNU Jatim menolak bukan tanpa alasan di Jawa Timur terdapat 56 PKPT dan mampu berdampingan dengan organisasi yang lain. “Maka dari itu, PW IPPNU menolak penghapusan PKPT. Sebab selama ini kita saling melengkapi tanpa sikut-sikutan,” tuturnya.

Isu penghapusan PKPT terdapat dalam draf sidang komisi organisasi yang mana poinnya PKPT dihapus dan alihkan ke PAC. Tentu hal ini menjadi dasar kenapa PW IPPNU Jatim berkomitmen menjaga keberadaan IPPNU sangat penting di kampus.

Pada awalnya PW IPPNU Jatim mempertanyakan soal draf penghapusan keberadaan PKPT kepada Pimpinan Sidang pada Saat Forum. “Menurut pimpinan sidang adanya draf tersebut disebabkan segelintir PWNU yang meminta kejelasan Banom di Kampus. Jika nantinya organisasi di kampus tidak mau jadi Banom maka akan buat Banom lagi,” jelas Puput.

Puput mempertanyakan jika nanti PKPT itu dihapus 56 PKPT Jatim itu mau dikemanakan oleh sebab itu PP IPPNU harus mengambil sikap tegas terkait persoalan ini. “Jadi IPPNU harus mengambil sikap tegas,” ujar Puput.

Rakernas merupakan membahas tentang program kerja yang akan dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat (PP) IPPNU yang di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang Jawa Timur. (rus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *