PPP Jawa Timur Banyak Diisi Darah Segar, Kader NU dan Pesantren

  • Whatsapp

PASURUAN– Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Ainul Yaqin, menyampaikan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) di Jawa Timur berjalan lancar.

Hal ini disampaikan pada saat membuka acara muscab DPC PPP Pasuruan di Hotel Horison, Rabu, 24 November 2021.

Muat Lebih

Ainul menyampaikan, progres agenda Muscab-muscab PPP di Jawa Timur lancar semuanya, tidak ada kemdala, Insya Allah Desember ini akan rampung semuanya.

Ia menjelaskan bahwa Pembenahan, restrukturisasi, internalisasi hingga revitalisasi PPP ditingkatan Cabang ini adalah selaras amanah menjalankan instruksi DPP PPP untuk mempersiapkan mesin-mesin politik sedini mungkin.

“Kita akan mengkolaborasikan segala potensi dan kekuatan diseluruh cabang-cabang, dimulai dari menjadikan DPC sebagai rumah Ulama’ dan istana umat, jangan kaget kalau formasinya kepengurusan DPC DPC di Jatim akan diisi para Kyai, Gawagiis, pengusaha, akademisi dan para aktifis kader-kader muda militan yang siap besarkan PPP di Jawa Timur,” ucapnya.

Langkah strategis, taktis PPP di Jawa Timur, yang terus terkonsolidatif dan fokus megagregasi elemen-elemen didalamnya, fokus dan terarah, muaranya hanya satu tujuan membangun paradigma perjuangan PPP

“Sebagai jalan pulang menuju Ka’bah, mengembalikan kebesaran PPP di Jawa Timur.” tegas Ainul Yaqin.

“Warna perjuangan PPP akan terang dan jelas, sejelas azasnya yakni Islam rahmatan lil alamin,” tukasnya.

“Maka tidak ada lagi PPP yang jalanya terseok-seok karena, masih melihat kebelakang, PPP sudah harus Fokus menatap kedepan, menjalankan amanah Partai dan arahan Ketua Umum, kerja, kerja dan kerja secara terukur dan terarah.

Hal ini adalah bentuk komitmen PPP Jawa Timur, menyambut arahan dan petunjuk para Masyayikh dan Tokoh-tokoh NU Jawa Timur,.bahwa PPP harus menyiapkan kader yang memiliki potensi yang bagus. Kader itu juga harus dekat dengan kalangan NU dan ponpes.

Seperti yang diamanahkan Para Kyai PW NU Jatim, KH. Marzuki Mustamar, KH. Anwar Iskandar kemarin, Bahwa memang PPP harus terus melakukan komunikasi dengan Pengurus NU serta pondok pesantren (ponpes) di daerah.

Hal itu harus dilakukan, agar PPP memiliki kesamaan persepsi politik dengan pengurus NU, termasuk para pengasuh ponpes.

“Kita akan menginstruksikan kepada DPW dan DPC-DPC agar menjalankan pesan, amanah dan arahan masyayikh PWNU Jatim, agar melibatkan pesantren dan para penggerak didalamnya, insya Allah tidak hanya para kiai, gawagis dan nawaning akan kita jadikan magnet penggerak perjuangan PPP, namun juga kader-kader terbaik Banom NU di Jatim, akan kita rangkul semuanya.” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *