Pembelajaran Tatap Muka Sekolah di Sumenep Dibuka Bersyarat

  • Whatsapp
Kiai sedang mendoakan santrinya yang akan kembali ke pondoknya dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. (Santrinews.com/bahri)

SUMENEP – Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan Sumenep mengeluarkan kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah/madrasah baik negeri ataupun swasta mulai 26 Januari 2021.

Kendati demikian, PTM hanya masih bersifat uji coba dengan kata lain dalam sekita PKM sekolah bisa kembali ditutup dengan beberapa pertimbangan.

Muat Lebih

Kasi Pendidikan Mandrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Zainorrosi mengatakan, pihaknya bersama pemerintah belum siap memutuskan PTM tanpa syarat. Pasalnya penyebaran Covid-19 belum bisa dipastikan dapat dikendalikan secara maksimal.

Menurutnya, pemerintah khawatir PTM sekolah bisa menyebabkan sebaran Covid-19 semakin luas. “Itu pertimbangan kami kenapa masih hanya bersifat uji coba saja,” katanya kepada Santrinews pada Jumat, 22 Januari 2021.

Berdasar alasan di atas, Kemenag Sumenep mensyaratkan bagi sekolah semua sekolah untuk patuh terhadap peraturan PTM yang didasarkan pada Surat Keterangan Belajar (SKB) 4 Menteri.

Di antaranya, jumlah siswa masuk 50 persen dari jumlah siswa di kelas, pakai masker, sedia tempat cuci tangan dan memberi jarak 1,5 meter setiap bangku di kelas.

Zainorrosi menjelaskan, PTM akan kembali ditutup bila pihak sekolah tidak bisa melangsungkan PTM sesuai peraturan dan menyebabkan sebaran Covid-19 semakin meningkat. Dengan kata Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akan kembali berlaku.

“Semua sekolah mulai dari tingkat Raudatul Atfal (RA) Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) berlaku begitu,” jelasnya.

Ia menegaskan, Kemenag Sumenep akan terus mengawasi atau memonitor pelaksanaan uji coba PTM ini. Hasil monitor, sambungnya, akan menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan pembelajaran sekolah. “Kami akan melakukan monitoring melalui pengawas madrasah di wilayah binaannya,” pungkas Zainorrosi.

Pihak Disdik Sumenep menyampaikan hal serupa pula seperti yang dijelaskan oleh pihak Kemenag Sumenep. (ari)     

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *