Pembangunan Pasar di Batuan Mangkrak karena Masih Sengketa

  • Whatsapp

SUMENEP – Persoalan pembangunan pasar di Batuan, Sumenep Madura Jawa Timur yang berpolemik karena masih dalam sengketa.

Pembelian tanah dengan luas tanah seluas 1,6 dengan anggaran 8,9 Milyar dari ABPD tahun 2018. Sedangkan pantauan di lapangan hanya terlihat bangunan pagar dengan menghabiskan anggaran 600 Milyar dari ABPD 2019.

Muat Lebih

Pembangunan hingga detik belum terlihat karena masih bersengketa dan sudah masuk meja hijau.

Kepala Bidang Hukum Pemkab Sumenep Hizbul Wathan, membenerkan bahwa hari ini masuk dalam tahap persidangan di PN Sumenep dengan agenda menghadirkan saksi pengugat.

“Perkembangan perkaranya, hari ini persidangan pemanggilan saksi pengugat,” kata Wathan Kamis, 18 Februari 2021.

Disoal proses mikanisme pembelian tanah, Wathan mengatakan itu yang bisa menjelaskan pihak disprindag. “Kalau bagian hukum itu hanya bagian pelimpahan menangani perkaranya,” tuturnya.

Soal perkembangan perkara nanti, Wathan akan memberikan informasi lebih lanjut. “Nanti kita akan informasikan soal perkembangan perkaranya,” ujarnya.

Semestinya, Sesuai peraturan presiden (Pepres) nomor 71 tahun 2012 tentang penyelanggaran pengadaian tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Diatur secara jelas soal mikanisme pengadaian tanah untuk kepentingan tanah. Ketentuan ini tertuang dalam pasal 5 dan 6.

Kabid perdagangan Ardiasyah mengaku, hingga saat ini, tidak ada aktivitas pembangunan apa pun di lokasi tersebut. Sebab, tanah yang semula telah dibayar lunas oleh Pemkab Sumenep justru disengketakan oleh warga yang mengaku bahwa dirinya adalah pemilik sah lahan seluas 1,6 hektare itu.

“Kami sudah melimpahkan kewenangan soal itu ke Ka’bah Hukum Pemkab Sumenep untuk kelanjutan prosesnya. Kalau tidak salah memang ada tuntutan di pengadilan,” tuturnya

“Makanya kemudian pembangunan sementara ditahan dulu, kita pending,” pungkasnya. (rus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *