Pelantikan PK IPNU Darussalam, KH Ali Murtadha: Jangan Ngaku Santri Saya Kalau Tidak Tahu NU

  • Whatsapp

SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Rubaru melantik Pimpinan Komisariat (PK) IPNU Darussalam masa khidmat 2021-2022.

Hadir dalam pelantikan tersebut Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Rubaru KH Ali Murtadha yang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Muafa.

Muat Lebih

Kiai Murtdah dalam sambutannya mengatakan, tugas kader IPNU sepanjang masa adalah untuk memperjuangkan paham Ahlussunnah Waljamaa (Aswaja) Annahdliyah.

“Karena sekarang banyak paham selain Aswaja yang kurang baik,” ujarnya.

Kiai Murtadha menegaskan, semua santrinya termasuk kader PK IPNU Darussalam wajib memahami tentang Aswaj dan NU.

“Jangan ngaku santri saya kalau tidak tahu NU,” tegasnya.

Pelantikan tersebut juga diisi Orasi Kepelajara oleh Ubaidillah, Ketua PC IPNU Sumenep masa khidmat 2013-2015.

Ia menjelaskan, kader IPNU kini tengah berada dalam masa perkembangan zaman arus informasi yang sangat pesat. Perkembangan teknologi terus berkembang maju memudahkan berbagai pekerjaan. Hal itu Ia nilai sebagai sebagai tantangan besar.

Sebab, sambungnya, pemuda akan tertinggal bila tidak mampu memiliki bekal Sumberdaya Manusia (SDM) yang mumpuni.

Zona nyaman atau malas untuk menambah pengetahuan merupakan racun yang akan mengantarkan pemuda terhadap penindasan oleh bangsa lain.

“Jadi kita merovalusi mental kita. Jangan hanya jadi mental konsumtif, tapi harus jadi mental produktif untuk menciptakan sejarah, agar kita punya karya dan berharga,” terangnya.

Menurutnya, masuk di Organisasi IPNU merupakan kesempatan untuk memupuk diri meraih kesuksesan di masa mendatang.

“Ini tergantung dari proses kalian sekarang yang akan menentukan ke suksesan kalian,” pungkasnya.

Ketua PAC IPNU Rubaru Achmad Readi mengatakan, pengukuhan tersebut merupakan rangkain dari proses kaderisasi formal.

Semua anggota PK IPNU di bawah naungan Pesantren Darul Muafa itu juga sudah dinyatakan lulus kaderisasi pertama, yakni sudah usai mengikuti Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) sebagai syarat resmi menjadi anggota IPNU.

“Makesta mereka sudah terlaksana Desember 2020 kemarin,” katanya kepada SantriNews.

Readi menjelaskan, kaderisasi IPNU tidak hanya fokus terhadap pemahaman keaswajaan. Kaderiasi IPNU Rubaru juga difokuskan kepada pengembangan potensi siswa di berbagai bidang sesuai potensi kecerdasan majemuk yang dimiliki anggota IPNU.

“Kalau keAswajaan dan ke-NU-an itu sudah wajib, tak perlu ditanyakan lagi. Di PK Darussalam Alhamdulillah mereka aktif di bidang Pramuka dan kesenian Al-Banjari, potensi seperti itu yang kami terus kawal,” jelasnya.

Readi menegaskan, pesan Pengasuh Pesantren Darul Muafa KH Ali Murtadha adalah amanah sekaligus tanggung jawab untuk terus membimbing PK Darussalam.

“Kiai sampai bilang jangan mengaku santriku jika tahu tentang NU, jadi amanah itu yang saya pegang sebagai rasa takdzim saya kepada Kiai,” pungkasnya.

Tahap kaderisasi di Kecamatan Rubaru telah berjalan tahap demi tahap. Di Kecamatan ada sekitat 26 lembaga pendidikan MTs dan MA sederajat yang jadi sasaran untuk dibentuk PK IPNU setiap lembaga. (readi/ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *