Muslimat NU Sumenep 3 Langkah atasi KDRT

  • Whatsapp

SUMENEP – Meningkatnya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur.

Berdasarkan data dari Polres Sumenep selama tahun 2020 total kekerasan KDRT 12 kasus berbanding terbalik tahun 2019 KDRT berjumlah 8 kasus. Itu Artinya, ada peningkatan 4 Kasus.

Muat Lebih

Sedangkan kekerasan terhadap anak dibawah umur sedikit trendnya turun. Jumlah kekerasan terhadap anak 2020 ada 6 kasus, tahun 2019 ada 10 kasus.

Merespon hal tersebut, Dewi Khalifah Ketua Muslimat NU Sumenep menilai untuk menekan angka KDRT perlu menciptakan komunikasi yang baik di lingkungkan keluarga.

Pertama yang harus dilakukan dengan melakukan sosialisasi terhadap keluarga soal pentingnya menciptakan komunikasi baik.

“Pertama harus melakukan sosialisasi yang harus dilakukan secara berkesinambungan,” kata Nyai Eva kepada SantriNews.com Rabu, 30 Desember 2020

kedua, menanamnkan pendidikan akhlak di dalam lingkungan keluarga. Sebab, KDRT terjadi jika tidak punya komunikasi yang baik. Tentu, penanaman pendidikan akhlak menjadi kunci mencegah KDRT.

Ketiga, yang paling penting peran stikholder seluruh komponen seperti pemerintah dan tokoh masyarakat, ormas seperti, NU, Muhammadiyah bersinergi untuk memberikan edukasi.

“Dalam keluarga yang harus yang ditanamkan wa asyiruhunna bil makruf ,” jelasnya.

Salah satu kompenen penting membangun keluarga yang harmonis, kata Nyai Eva, adalah keterbukaan dan tidak saling egois serta tidak saling menyalahkan. “Insyallah jika semua saling bersinergi akan mengurangi KDRT di Sumenep,” tandasnya.

Menurut Dewi Khalifah, mencegah KDRT dengan menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah ada rasa saling mengasihi mencintai dan menyayangi.

“Pola komunikasi dalam keluarga harus terbuka dengan musyawarah. Maka setiap masalah diharapkan bisa dipecahkan bersama mencari solusi terbaiknya,” pesanya.

Nyai Eva saat ini terpilih sebagai wakil Bupati Sumenep berpasangan dengan Achmad Fauzi hanya tinggal menunggu penetapan dari KPU Sumenep.

Faktor utama kasus KDRT pada saat ini dilatar belakangi karena masalah ekonomi ditambah bencana non alam seperti dengan adanya covid-19. “Selain itu penegakan hukum juga harus ditegakkan,” pungkasnya. (rus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *