Musasim, Sang Pengrajin Gelang Pengenal Jemaah Haji

  • Whatsapp

Surabaya – Dibalik gelang-gelang pengenal yang wajib dipakai Jamaah Calon Haji (JCH) asal Indonesia, ada pekerja-pekerja ulet dan tekun yang tiap hari memproduksi ratusan aksesoris wajib tersebut.

Salah satunya, Bias Musasim (45) pengrajin asal Jepara yang tiap hari memproduksi ratusan gelang bagi jamaah haji Embarkasi Surabaya.

Muat Lebih

Bertempat di Hall E Asrama Haji Embarkasi Surabaya, ia dan tujuh orang rekannya, memproduksi ratusan gelang pengenal jamaah haji dengan tekun. Ia datang ke Asrama Haji Surabaya sejak 5 Juli 2019 lalu.

Musasim yang sudah berpengalaman sejak tahun 2016 ini, bekerja sejak pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.

“Satu hari 4 kloter (jadi, red). Paling jam 3 lah selesai,” ungkapnya sambil menunjukkan gelang hasil garapannya.

Gelang pengenal haji tahun ini berbeda dengan tahun 2018 lalu. Dulu, gelang pengenal dilengkapi dengan barcode. Namun, saat ini cukup menggunakan nomor maktab (pemondokan). Selain itu, gelang pengenal ini juga memuat informasi umum lainnya, seperti nama, kloter, pasport dan bendera Indonesia.

“Sekarang lebih mudah. Kalau ini kan cuma pakai maktab, kalau barcode pakai proses pemanasan. Kalau maktab alatnya sama seperti nyetak nama,” ujarnya.

Ia menyebut, gelang yang terbuat dari stainless ini tahan karat. Bahkan, jika gelang ini dibuat mandi, akan makin mengkilap. Gelang pengenal ini wajib dipakai JCH selama berada di tanah suci. Saat ini, Bias mengaku sudah menyelesaikan gelang milik JCH hingga kloter 41. (safril/onk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *