Marak Prostitusi, Nelly Agustine: Faktor Teknologi Pemicu

  • Whatsapp

SUMENEP – Maraknya Prostitusi online di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur menjadi persoalan serius khususnya di kalangan aktivis perempuan.

Teranyar, kemarin Polres Sumenep melakukan Konferensi Pers soal berapa perkara yang berhasil diungkap mulai kasus Narkoba, curamor, sabung ayam dan percobaan pemerkosaan dan prostitusi secara online.

Muat Lebih

Aktivis Kohati HMI Sumenep, Nelly Agustine melihat kasus maraknya prostitusi online di Kabupaten Sumenep dan perempuan yang terlibat prostitusi online itu merupakan korban dari tindak perdagangan manusia (human Tracfiking).

“Perempuan dalam kemiskinan, korban eksploitasi orang-orang dekat, serta perempuan dalam jeratan mucikari, dan bahkan menjadi bagian dari gratifikasi seksual,” Nely kepada SantriNews, Kamis, 21 Januari 2021.

Beragam faktor yang menjadi pemicu dalam hal ini yang berkaitan maraknya prostitusi. Bagi Nelly, semakin maju teknologi semakin banyak mafia prostitusi. Maka kasus seperti prostitusi online tidak bisa terhindarkan.

“Apapun kelas dan pendidikan dari seorang perempuan yang terlibat prostitusi, mereka cenderung menjadi korban. Meskipun mereka sadar dan bahkan memasang tarif,” paparnya.

Ketua Kohati Cabang Sumenep ini menilai banyak persoalan komplit tidak sederhana yang kita bayangkan.

“Banyaknya anggapan negatif dari masyarakat karena perempuan yang terlibat prostitusi justru disudutkan perempuan yang dalam kasus tersebut justru berstatus sebagai korban,” ulasnya

Namun, yang jelas apa pun yang dilakukan terhadap perempuan, dan itu pelakunya harus dikenakan hukuman. Tidak boleh ada diskriminasi, eksploitasi terhadap perempuan.

“Pelaku dapat lebih mudah dijerat hukum dan UU nanti lebih rinci di RUU PKS itu yang sekarang sedang diperjuangkan,” harapnya.

Menurut Nelly, Karena ada hal-hal khusus yang memang tidak terdapat di dalam UU Perlindungan Anak, UU Kekerasan dalam Rumah Tangga, dan itu akhirnya akan muncul dalam UU baru. Oleh sebab itu, Kohati Cabang Sumenep mendorong RUU PKS segara disahkan.

“Saya Sebagai Kohati dan Perempuan hanya mampu mendukung pemerintah supaya secepatnya disahkan RUU PKS,” pungkasnya. (rus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *