Makam Tokoh Tak Bernama di Asta Tinggi Sumenep

  • Whatsapp
Makam tanpa nama terlihat dari dekat. Di samping makam tersebut telihat sebagai peziarah sedang bertawassul. (Santrinews.com/bahri)

SUMENEP – Di Asta Tinggi tempat jasad raja-raja Sumenep bersemayam terdapat satu makam yang menyimpan misteri selama puluhan tahun.

Asta Tinggi merupakan salah satu pilihan wisatawan ketika mengunjungi destinasi wisata religi yang ada di Kabupaten Sumenep. Wisatawan telah mafhum bahwa di sana terdapat makam Raja Sumenep lintas generasi.

Muat Lebih

Di Asta Tinggi ada 4 kubah atau Pasarean Makam Raja Sumenep yang biasa diziarahi oleh wisatawan. Di antaranya, Pasarean Pangeran Panji Pulang Jiwo (1), Pasarean Pangeran Jimat (2), Pasarean Bindara Saod(3), dan Pasarean Pangeran Sultan Abdurrahmana (4).

Di setiap kubah atau pasarean tersebut terdapat makam Raja Sumenep yang berjejer dengan keluarga keraton atau tokoh penting lain pada masanya. Tentu untuk memudahkan peziarah tahu terhadap jasad yang ada dalam makam ada papan nama yang bisa dilihat oleh peziarah.

Kendati demikian, di Asta Tinggi terdapat makam petinggi kerajaan yang tidak diberi papan nama. Hal itu belum banyak diketahui oleh publik. Padahal makam tokoh itu sudah berpuluh tahun tidak bernama.

Makam tersebut terletak di Pasarean Pangeran Panji Pulang Jiwo. Bila dilihat dari kanan ke kiri, di sana berjajar makam Pangeran Panji Pulang Jiwo, R. Rayu Arta, Pangeran Rama, Pangeran Wirosari, Pangeran Anggadipan dan terakhir makam tanpa nama.

Kaji Makam (ketua juru kunci) Imam Sahrawi menuturkan, makam tersebut sudah berpuluh tahun memang tidak diketahui nama dan muasalnya.

Bahkan dalam buku sejarah dan silsilah Raja Sumenep yang dihimpun oleh pengelola Asta Tinggi tidak pernah membahas mengenai makam tersebut.

“Saya selama 30 tahun bertugas di sini belum pernah tahu tentang makam itu,” ujarnya kepada SantriNews, Jumat, 19 Februari 2021.

Imam mengatakan, generasi Raja Sumenep yang ada di Asta Tinggi juga tidak ada yang mengetahui nama jasad yang bersemayam di makam tanpa nama tersebut.

Ia pun menjelaskan, pada 1986 RB. Abd Rasyid keturan Pangeran Paku Nataningrat (1879 -1901) pernah menelusuri mengenai nama jasad yang ada di makam tersebut.

Namun RB Abd Rasyid terlebih dulu wafat sebelum penelitiannya membuahkan hasil, “Penelitiannya berlangsung hanya sekitar tiga bulan dan sampai saat ini tidak ada lagi yang meneruskan penelusuran tentang makam itu,” jelasnya.

Imam mengungkapkan, baik pengelola Asta Tinggi ataupun pihak keturunan Raja Sumenep yang bersemayam di Asta Tingga tidak memiliki upaya untuk mengungkap misteri nama makam tersebut.

Ia berdalih bahwa, jasad yang bersemayam di makam tersebut bukan merupakan tokoh penting dalam sejarah pemerintahan Raja-Raja Sumenep. “Ya tidak ada penelusuran karena itu bukan raja atau tokoh penting,” dalihnya.

Imam juga mengungkapkan, dari sekian peziarah yang datang ke Asta Tinggi ada sebagian yang biasa menanyakan nama jasad yang ada di Makam tersebut.

Ia memberikan jawaban singkat: Tidak pernah ada yang tahu. “Ya mereka nanya kan biasa untuk tawassul mengirim Fatihah (doa),” pungkasnya. (ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *