Kota Tua Kalianget Resmi Ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Sumenep

  • Whatsapp
Salah satu lokasi perumahan Kota Tua Kalianget. (Santrinews.com/tempo)

SUMENEP – Mulai 2 Juli 2020 Kawasan Kota Tua di Kecamatan Kalinget remsi ditetapkan sebagai situs cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Peresmian itu ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Sumenep Nomor: 188/347/KEP/435.013/2020 dan ditandangani oleh KH A Busyro Karim sebagai Bupati Sumenep.

Muat Lebih

Kawasan Kota Tua merupakan warisan sejarah Sumenep yang menggambarkan kemajuan Sumenep dengan produksi garamnya. Di sana juga terdapat kantor utama PT Garam yang dibangun Kolonial Belanda

Di Kawasan itu, setidaknya terdapat 37 bangunan atau peninggalan Kolonial Belanda yang menjadi salah satu dasar penetapan sebagai khazanah kekayaan sejarah kebudayaan Sumenep yang harus dilestarikan. Bangunan itu di anataranya;

Kantor Utama PT Garama , Magazine/ gudang penyimpanan, Kamar Lonceng, Kantor Telegraf,Kantor Koperasi Karyawan PT Garam, Puing Bangunan Pabrik, Pembangkit Tenaga Listrik, Kamar Pompa, Sekolah Taman Dewasa, Bangunan SD Teknik/SMP Persari, Gedung bioskop Krezno, Kolam Renang, Kamar Bola, dan Lapangan Tenis.

Bangunan Peninggalan Kolonial Belanda.

Ada pula Menara Air, Kamar Motor, Pasanggerahan, Phillbox/Bunker, Gedung Gerak, Perumahan Karyawan/Kongsi, Rumah Sakit, Lapangan Sepak Bola Adirasa, Lapangan Brawijaya, Kantor Pos dan Telagram, Benteng Penyimpnan Senjata Berat, Bungker 2 dan 3.

Selain itu semua, juga masih terdapat 4 unit Meriam Terpendam, Tugu Kemerdekaan, 3 Gudang Penyimpanan Garam, Bangunan Terminal, Penginapan Graha Bahari, dan Dokking/ Perbengkelan Kapal Laut.

Luas keselurah lahan kawasan Kota Tua yankni 60 hektar dengan batas Utara Perkampungan yang terletak di Pasar. Batas Selatan, Selat Madura Sepanjang garis pantai diantara jalan tasik barat, Batas Barat di Kampung Sempangan dan Batas Timur di Selat Talang Garis Pantai Timur Pelabuhan Kalianget.

Pelabuhan Kalianget adalah penghubung atau akses masyarakat Sumenep yang ada di kepulauan. Semisal dari Pulau Kangean, Spaken, Raas dll. (Santrinews.com/bahri)

Kabid Kebudayaan Disparbudpora Sumenep Roby mengatakan, penetapan kawasan itu juga sudah berdasar kajian dan penelitian oleh Tim Ahli Cagar Budaya.

“Ini semakin menambahkan kekayaan kebudayaan kita,” ujarnya kepada Santrinews.com saat ditemui di ruang kerjanya pada, Jumat 14 Agustus 2020.

Roby menjelaskan, Kawasan Kota Tua untuk sementara waktu belum dikelola oleh pemerintah. Kendati demikian, ia berharap dalam waktu cepat pemerintah bisa mengelola kawasan itu untuk dijadikan destinasi wisata.

“Karena dengan pengelolaan yang baik, pengenalan dan pelesatarian sejarah Sumenep juga bisa lebih dimaksimalkan,” urainya. (ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *