Kontes Sapi Sonok Pertahankan Keindahan Budaya Rakyat Madura

  • Whatsapp
MERAKYAT: Wabup Sumenep Achmad Fauzi berfoto bersama dengan peserta kontes sapi sonok. (SantriNew.com/bahri)

Sumenep – Dalam rangka melestarikan budaya Madura, Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep menggelar kontes Sapi Sonok di Lapangan Gor A Yani Sumenep, Sabtu, 21 September 2019.

Berbeda dengan sapi kerapan, Sapi Sonok lebih mengedepkan keindahan serta kepaduan dua emosi yaitu antara sapi dan si pemilik.

Muat Lebih

Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi menyampaikan, dalam kontes sapi sonok yang dinilai adalah keindahan sapi dengan segala aksesorisnya. Dan juga bagaimana langkah kaki sapi bisa sesuai irama alunan musik saronen yang mengiringi.

“Sapi sonok ini mengedepankan kreatifitas dan keindahan, berbeda dengan kerapan yang lebih pada kecepatan,” ungkapnya.

Dalam kontes ini, sapi sonok tidak hanya dihias sedemikian rupa, melainkan juga diiringi oleh alunan musik saronen dan nyanyian sinden sehingga emosi sapi dengan sang pawang (tokang tonton) sapi bisa semakin dekat dan menyatu.

Horrip, salah satu peserta kontes sapi sonok dari Kecamatan Guluk-guluk mengatakan, kriteria sapi yang baik dinilai dari bentuk mata, kepala, kecerahan bulu, bentuk tubuh, ketegakan kepala dan keserasian langkah kaki.

“Jadi bukan sembarang sapi yang dapat diikutkan kontes sapi sonok,” jelasnya.

Dia melanjutkan, manfaat di balik kontes ini selain pada nilai seni juga untuk mempererat silaturrahim. Dan juga sebagai wadah mempererat persaudaraan antar peternak sapi. “Ya, kesenangannya selain seni juga ajang silaturrahim,” ujarnya.

Adapun untuk parawatan sapi sonok sendiri berbeda dengan sapi biasa. Mulai dari makanan, hingga perlakuan terhadap sapi juga lebih spesial dibanding sapi pada umumnya. Hal inilah yang kemudian membuat harganya pun jauh berbeda dibanding sapi biasa.

“Makanannya terpilih jadi tidak sembarangan, untuk sapi sonok yang baru lahir harganya kisaran 25 juta, dan termahal lebih 100 juta,” ucapnya.

Sapi Sonok dikonteskan secara berpasangan, kemudian sepasang sapi tersebut dituntun oleh dua orang ke dalam gelanggang khusus, di saat itulah kemudian ada 3 sepasang sapi diperlombakan keindahan dan keserasian langkahnya hingga finis di gapura peniliain depan juri.

Kontes ini selain upaya pelestarian budaya juga merupakan dari serangkaian kegiatan Visit Years Sumenep 2019 untuk menyambut hari jadi Kota Sumenep yang ke-750 tahun dan memperkaya wisata budaya Madura. (ari/bay)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *