Karyawan BRI Cabang Pamekasan Tipu Puluhan Warga Hingga Miliaran Rupiah

  • Whatsapp

PAMEKASAN – Taufik Hidyat bersam 17 temannya sejak 9 November 2020 sampai sekarang menduduki halaman Unit Cabang BRI Pamekasan di Jl Trunojoyo dekat Terminal lama Jl. Stadion.

Mereka merupakan korban penipuan yang dilakukan oleh okmnum karyawan bank tersebut.

Muat Lebih

Taufik mengaku, dia merupakan korban yang mengalami kerugian paling besar dibanding 17 orang lainnya. Kerugian yang dialami mencapai Rp 60 juta.

Ia menjelaskan, pelaku menawarkan program tabungan bagi hasil dengan mengatasnamakan dirinya dari pihak Bank BRI.

Para korban percaya dengan tawaran pelaku. Karena promosi yang ditawarkan kepada korban cukup menjanjikan. Mulai dari bonus barang elektronik hingga bonus uang tunai.

“Saya sendiri sudah pernah menerima bonus uang Rp 8 juta, itu diberikan langsung ke saya,” ujar Taufik.

Anehnya, uang korban yang hendak ditabung tidak disetor ke Bank BRI. Melainkan diserahkan cash atau ditransfer kepada pelaku.

“Ya karena kami orang kampung, kami percaya saja karena selalu membawa label BRI,” urainya.

Taufik mengatakan, sejak ia menyetor uang kepada pelaku belum pernah mendapat buku tabungan atau bukti transksi lainnya. “Tidak ada, cuma nyetor begitu,” katanya.

Modus penipuan pelaku terbongkar sejak korban mulai menagih uang tabungannya. “Awalnya saya minta modal saya ditarik, tapi selalu alasan BRI eror, masih (Virus) Corona dan semacamnya,” geram Taufik.

Keberadaan pelaku, sambung Taufik, kini tidak sudah tidak terditeksi. “Sampai saat ini belum tahu mas, kami sudah pasrahkan kepada kepolisian,” pungkasnya.

Ia menegaskan, pihaknya menduduki Unit Cabang Bank BRI Pamekasan karena ingin meminta penjelasan dari pihak bank.

Febri salah satu anak korban juga ikut memberi ketetangan. Menurutnya, total kerugian korban ditaksir Rp 7 – 8 miliar.

Dalam kasus itu, Polres Pamekasan telah menetapkan Mohhammad Lukman Nizar sebagai tersangka.

Kuasa Hukum BRI Cabang Pamekasan Marsuto Alfianto menjelaskan, pihaknya tidak ingin ikut terseret dalam kasus itu.

Ia menjelaskan, kasusu penipuan murni dilakukan oleh person yang memanfaatkan nama BRI. “Jadi pelapornya itu adalah korban dan BRI sebagai saksi,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya siap dibawa ke ranah Hukum bila terbukti ikut andil dalam penipuan itu.

“Jika misalnya BRI menurut UU Korporasi bersalah,  maka BRI secara korporasi harus bertanggung jawab. Intinya semua masalah ini tergantung putusan hakim untuk masalah perdata dan pidananya,” pungkasnya. (nur/ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *