Juara 1 MRC 2020, Fitri Yuliani Harumkan IPPNU Jawa Timur

  • Whatsapp

BOJONEGORO – Prestasi patut diajungi jempol Fitria Yuliani merupakan kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro Jawa Timur Juara pertama Best Design dalam perlombaan Madrasah Robotics Competition (MRC) 2020 di Gedung Graha Alawiyah Kampus 2 Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta.

Dilansir dari wabsite PW IPPNU Jawa Timur Fitri menuturkan lomba yang diselenggarakan oleh Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta bekerjasama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia dan International Robotic Training and Competition (IRTC) ini berlangsung sejak tanggal 26 Januari sampai puncaknya tanggal 10 Februari 2021. Bersama timnya yang berjumlah dua orang, Fitri berhasil masuk ke 30 besar dan lolos di babak penyisihan.

Muat Lebih

“Pada babak penyisihan, ada 9 Tim yang diambil, kemudian malam harinya diumumkan tanding 9 finalis tim saya mendapat juara 1 best desaind kategori robot underwater,” kata Fitri pada Kamis, 11 Februari 2021.

Menurut Fitri, ada 2 Tim yang mewakili Madrasah, yaitu Tim Excellent 1 dengan kategori robot maze solving dan Tim Excellent 2 kategori robot underwater. Namun yang masuk ke grand final tim excellent 2 dengan robot underwater. Dimana dalam satu tim terdiri dari dua peserta.

“Mengingat ini se-Indonesia, tentu kompetisi ini sangat ketat sekali. Awalnya saya tidak yakin bisa sampai di titik ini, Alhamdulillah puji syukur tak terhingga kepada Allah akhirnya dimudahkan dan dilancarkan,” ungkapnya.

Fitri juga berterimakasih kepada pihak penyelenggara, sehingga ia berkesempatan mengikuti kompetisi hingga menang di juara pertama. Fitri berharap di era yg serba digital ini, anak madrasah juga mampu bersaing untuk menyongsong madrasah mendunia.

Sementara itu, Ida Fatmawati, Ketua PAC IPPNU Kecamatan Tambakrejo turut mengapresiasi kadernya yang sudah berhasil memenangkan lomba MRC 2020.

Fitria Yuliani yang masih menjabat sebagai sekretaris PAC IPPNU Tambakrejo bisa membawa harum nama IPPNU ketingkat nasional.

“Banyak yang tidak menyangka gadis yang masih berumur belia itu bisa membuktikan bahwa anak desa juga mampu bersaing di tinggat nasional. Alhamdulillah, dia juga bisa membawa nama baik madrasah dan daerahnya,”Pungkasnya.(rus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *