Hukum Berpuasa Bagi ODR, ODP dan PDP Covid-19 Menurut MUI Sumenep

  • Whatsapp
TEGAS: Ketua MUI Sumenep KH Safraji saat ditemui di kantor Lembaga STITA Al-Usmuni Terate Sumenep (Santrinews.com/bahri)

SUMENEP – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep KH A Safraji tidak membenarkan orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan karena alasan wabah Corana Virus Disease 2019 (Covid-19).

Ia mengatakan, tidak ada alasan yang kuat bagi seseorang untuk tidak berpuasa di tengah wabah Covid-19, termasuk bagi masyarakat yang berada di zona merah.

Muat Lebih

“Hubungannya (Corona dan puasa) dengan tidaknya berpuasa di kondisi pada saat ini, alasannya kurang relevan walaupun dalam kondisi (mengahadapi) Covid-19 ini,” ujarnya kepada SantriNews, Kamis 30 April 2020.

Menurut Kiai Safraji, semua masyarakat yang terdampak Covid-19 baik yang masuk kategori ODR, ODP dan PDP tetap wajib melaksanakan Puasa Ramadhan.

“Syarat wajibnya berpuasa itu adalah ‘mampu berpuasa’. Dalam kondisi seperti ini jika kita diberi kemampuan oleh Allah Swt kenapa tidak,” jelasnya.

Ia pun menjelaskan, seseorang diperbolehkan tidak berpuasa apabila sudah dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Apalagi, imbuhnya, disertai dengan penyataan medis.

“Itu boleh dengan alasan seperti itu, apalagi diperkokoh dengan kata Dokter. Maka itu dalam hukum semakin kuat jadi alasan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, seseorang diperbolehkan tidak berpuasa jika ada udzur (halangan lain) sebelumnya. Misal lansia, perempuan haid dan semacamnya,” urainya.

Kiai Safraji menegaskan, seseorang yang belum dinyatakan positif Covid-19 tetap wajib berpuasa meskipun beralasan ingin menjaga dan mempertahankan imun tubuh.

Ketua Ikatan Dokter Indonesi (IDI) Cabang Sumenep Dokter Abd Aziz menjelaskan, puasa selama kurang lebih 12 jam tidak akan mempengaruhi kualitas imun tubuh.

Menurut Aziz, asupan gizi untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan daya tahan tubuh dapat dipenuhi saat buka puasa dan waktu sahur. “Jadi puasa tidak berpengaruh,” katanya.

Tapi, sambungnya, waktu buka dan sahur pola makan harus seimbang sesuai kebutuhan gizi tubuh. Semisal korbohidrat, protein, mineral semua terpenuhi. “Tidak hanya satu unsur saja yang terpenuhi,” tegasnya.

Ia mengatakan, pola makan dengan gizi seimbang dapat menjadikan imun tubuh tetap stabil dan meningkat meskipun dalam kondisi berpuasa. (ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *