Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021, Alam Sumenep Semakin Rusak

  • Whatsapp
Salah satu sampel bibir pantai Sumenep akibat limbah tambak udang. (Santrinews.com/istimewa)

SUMENEP – Kerusakan lingkungan Sumenep kian hari semakin memprihatinkan. Aktivis lingkungan Sumenep Sutrisno pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh 5 Juni kembali bersuara.

Kondisi perbukitan dan pantai Sumenep telah rusak sebab aktivitas industri. Gubangan lubang dan pencemaran air semakin parah.

Muat Lebih

Di Sumenep, ada ratusan tambak udang yang beroperasi di bibir pantai Sumenep, baik pesisir utara atau selatan semakin dipenuhi oleh tambak udang.

Air laut telah tercemari oleh limbah kibat aktivitas pertambakan. Biota laut sebagai mata rantai ekosistem perlahan mati.

“Pencemaran tambak itu komplit. Air, udara dan tanah semua tercemari,” katanya kepada SantriNews, di salah satu warung kopi Sumenep, Jumat 4 Juni 2021.

Ia memberi contoh kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang. Air laut dalam radius terdekat dari bibir pantai telah bau. Tanahnya mulai kecoklatan dan menghitam. Udara juga menyebar bau busuk.

“Ingat, kita itu punya cemara udang hanya tumbuh di dua tempat di dunia. Salah satunya di Sumenep di Lombang. Tapi sekarang malah ditebang rata, dibabat habis oleh petambak,” ulasnya.

Selain tambak, galian C memperparah kerusakan lingkungan Sumenep di daratan. Telah banyak gubangan yang bisa mengancam keselamatan warga. Semisal lokasi ke barat Asta Tinggi, Desa Kasengan perbatasan dengan Desa Matanair.

Bukit telah digali dengan memaki traktor. Bekas galian mengancam. Tepat di bawah bekas galian ada rumah penduduk yang sewaktu-waktu bisa tertimbun akibat longsor.

Selain di lokasi tersebut, di berbagai kecamatan juga ada galian C yang merusak lingkungan. Bahkan dalam beberap pekan lalu, sempat beredar galian C tak berijin.

Belum selesai dua masalah di atas, Sumenep kembali dihebohkan oleh isu panambangan fosfat yang mendapat penolakan dari berbagai kalangan. Mulai dari pedesaan, ulama, Kiai, aktivis, kepemudaan bahkan hingga partai politik.

Sutrisno mengatakan, pihak yang paling bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan adalah pemerintah. Terutama terhadap kerusakan yang telah terjadi.

Menurutnya, pemerintah Sumenep belum maksimal dalam mengontrol aktivitas perindustrian yang bisa menyebabkan lingkungan rusak.

“Pembukaan perindustrian di Sumenep katanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tapi di sisi lain justeru mengancam lingkungan hidup di kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Ia menilai, Pemerintah Sumenep tidak serius memperhatikan lingkungan hidup. Pasalnya, Perda yang dikeluarkan oleh pemerintah Sumenep dinilai tidak detail mengatur lokasi operasi perindustrian.

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumenep No. 12 Tahun 2013 hanya mengatur Tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Sumenep. Tetapi, sambungnya, tidak mengatur zonasi.

“Pada pasal 39 kawasan peruntukan perikanan ayat 4, tidak diatur zonasi untuk tambak budidaya tambak udang, yang diatur hanya total luasannya yaitu 1723 hektar,” urainya.

Ia menegaskan, wilayah pesisir Sumenep sangat luas, sehingga dibutuhkan peraturan zonasi kawasan pengembangan pembangunan dan perindustrian.

“Kecamatan atau desa mana saja yang akan dijadikan lokasi aktivitas pertambakan.”

Pada 5-10 tahun mendatang, Sutris memprediksi lingkungan di Sumenep semakin rusak bila tidak diatasi secepat mungkin.

“Pemerintah Sumenep kurang serius, tanpa produk hukum yang jelas, jangan harapa kita bisa menikmati lingkungan hidup yang sehat dan bersih,” tegasnya.

Di hari Peringatan Lingkungan Hidup Sedunia 2021, Sutrisno berharap pemerintah dan semua lapisan masyarakat Sumenep semakin cinta lingkungan.

Dilansir dari Tempo, Peringatan Hari Lingkungan Hidup kali ini bertema  Ecosystem Restoration (Restorasi Ekosistem).

Sutrisno menegaskan, Sumenep harus refleksi dan menyadari betapa penting lingkungan bagi keberlangsungan hidup manusia.

“Kita harus berdamai dengan alam, menjaga, merawat dan mensyukuri karunia tuhan ini,” pungkasnya. (ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *