Hari Kartini, Ketum Fatayat NU Ajak Perempuan Teladani Daya Juang Kartini

  • Whatsapp

JAKARTA – Hari kartini menunjukkan perempuan punya eksistensi yang sama dalam melakukan sesuatu untuk negara ini.

Peringatan Hari Kartini tersebut dirayakan setelah 2 Mei 1964, usai Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964. Dalam keputusan tersebut, Kartini juga ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Muat Lebih

Ketua Umum PP Fatayat NU Anggi Erma Rini memaknai semangat juang kartini dalam kepedulian kepada kaum perempuan melalui bidang pendidikan, isu gender dan lain semacamnya.

“Kartini masa kini adalah mereka ikut pemenuhan hak-hak perempuan,” kata Anggi saat kepada Santrinews.com.

Disisi lain, semangat literasi yang terpatri dalam diri Kartini tempo dulu menjadi saksi bahwa dia dikenang. Pada usianya yang ke-14, Kartini telah melahirkan sejumlah tulisan, seperti “Upacara Perkawinan pada Suku Koja” yang terbit di Holandsche Lelie.

“Menjadi Fatayat NU berarti ikut pula mendukung nilai-nilai perjuangan dan menyemai ide-ide besar Kartini,” ujarnya.

Saat ini Anggi Erma Rini dipercaya sebagai Wakil Komisi IV DPR RI bukti perempuan tidak terbatas dalam segala hal.

Momentun Hari Kartini menjadi tanda awal kebangkitan para perempuan dalam meningkatkan perekonomian khususnya di masa pademi saat sekarang.

“Kartini menginspirasi perempuan Indonesia. Pandemi menginspirasi kebangkitan ekonomi kita,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi IV ini memaknai Kartini menandai sebagai era baru perempuan mandiri dan berdaulat. Adaptasi tantangan masa kini menandai era baru pandemi dan krisis multidimensi. “Selamat Hari Kartini,” pungkasnya (rus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *