Gubernur Jatim Hadiri Deklarasi Majelis Alumni IPNU-IPPNU Pamekasan

  • Whatsapp

PAMEKASAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pentingnya investasi mental dan Sumber Daya Manusia (SDM) menuju satu abad Nahdlatul Ulama.

Hal ini disampaikan oleh Khofifah Indar Parawansa saat menghadir Deklerasi Majelis Alumni IPNU-IPPNU Pamekasan di Pesantren Matsaratul Huda, Rabu, 3 November 2021.

Muat Lebih

“Nahdlatul Ulama (NU) adalah rumah besar, dan pondok pesantren adalah rumah kecil. Oleh karena itu keduanya harus menjadi satu kesatuan. Contohnya, IPNU dan IPPNU, dan saat ini sudah ada majelis alumninya, sudah banyak memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa dan negara,” katanya.

Menurut Khofifah yang juga mantan aktivis IPPNU Surabaya itu, format membangun akhlakul karimah (investasi mental/karakter) dalam NU ini seperti yang disampaikan oleh Presiden Soekarno, pada 17 Agustus 1956.

“Presiden Soekarno mengatakan bahwa saat ini Indonesia sudah selesai menjalani revolusi fisik. Selanjutnya, Indonesia mempunyai tiga PR yang harus segera dibangun. Yakni, investmen from human skill (SDM/SDM terampil), material investment (infrastruktur) , dan mental investment (mental/karakter),” katanya.

Material investment sendiri terkait berbagai pemenuhan kebutuhan percepatan pembangunan infrastruktur, sedangkan human skill investment terkait penyiapan ketrampilan manusia Indonesia.

“Mental investment terkait dengan karakter manusia Indonesia yang punya kekuatan untuk mewujudkan kedaulatan di bidang politik, kemandirian di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya,” katanya.

Dalam investasi mental ini yang menjadikan kita bersatu dan kemakmuran bisa dibangun di lini paling bawah. “Itulah yang bisa dibangun di pesantren seperti yang diungkapkan dalam hadist Lituamimma Makarimal Akhlak,” tuturnya.

Ketua Muslimat NU juga menegaskan kekuatan NU ada pada kekuatan kultural. Oleh karena itu nilai-nilai pesantren yang kuat adalah leadership atau strong leader.

Namun, di NU, aspek leadership-nya harus diakui sangat kuat, tetapi manajerial skill-nya dirasa masih kurang tangguh. Pada posisi seperti ini lah penting untuk membangun kekuatan manajer leader. Maka kita membutuhkan tokoh-tokoh NU, termasuk di dalamnya alumni IPNU,” katanya.

Dalam acara deklarasi dan pelantikan yang digelar bersamaan pembukaan MTQ XXIX Jatim itu, tampak hadir Bupati Pamekasan, Ketua Majelis Alumni IPNU IPPNU Jawa Timur, Kapolres pamekasan, Ketua PC Muslimat NU Pamekasan, Para Alumni IPNU IPPNU, Para Pejabat dan pengurus IPNU IPPNU Pamekasan.

Prosesi deklarasi majelis alumni IPNU IPPNU dipimpin oleh HM Muzammil Syafi’i selaku ketua Majelis Alumni Jawa Timur untuk IPNU, sedangkan Mufida untuk MA IPPNU.

Acara tersebut juga diwarnai dengan Talk show kepemimpinan dengan tema “Kebijakan Kreatif : Empowering Alumni IPNU-IPPNU Dalam Pemerintahan” yang diisi Muzammil Syafii selaku Ketua Majelis Alumni Jawa Timur.(rus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *