Dua Tower BTS Dikeluhkan Warga Pajagalan Sumenep Sejak 2003

  • Whatsapp

SUMENEP – Dua tower Base Transceiver Station (BTS) atau stasiuan pemancara jaringan milik salah satu provider ternama dikeluhkan masyarakat Kelurahan Pajagalan Kecamatan Kota Sumenep.

Dua tower BTS itu terletak di Jl Setia Budi dan Dr Wahidin. Berdiri dalam radius sangat dekat dengan pemukiman waraga sejak 2003.

Menurut warga setempat Zamrud Khan, keberadaan tower tersebut tidak pernah diterima oleh warga sekitar sejak 2003. Bahkan kata Zamrud, pihak perusahaan tidak pernah meminta ijin tertulis (tandatangan) kepada warga, yakni sebagai salah satu syarat tower BTS berdiri dekat dengan pemukiman warga.

“Sejak tahun 2003 sampai Saat ini masyarakat tetap menolak dan keberatan atas Keberadaan Tower tersebut akan tetapi baik pengelola tower dan pemilik tanah tidak mau peduli kepada masyarakat bahkan tampak Lebih mementingkan profit oriented saja atau Kepentingan Bisnis,” urainya kepada Santrinews pada Jumat, 7 Mei 2021.

Ia menjelaskan, dua tower BTS tersebut juga telah memberi dampak negatif terhadap lingkungan warga. Pasalnya, radiasi gelombang eloktro magnetik yang dipancarkan dua tower tersebut bikin barang eloktronik warga cepat rusak. “Alat elektronik warga sering rusak apabila kena imbasnya,” katanya.

Ia menegaskan, warga kebingungan untuk meminta pertanggung jawaban apabila sewaktu-waktu tower roboh menimpa rumah warga. Karena, sambungnya, perusahaan dengan warga tidak memilik surat perjanjian resmi.

“Ini sangat membahayakan nyawa dan rumah milik warga, lalu siapa yang akan bertanggung jawab,” tegasnya.

Zamrud berharap, era kepemimpinan Bupati Sumenep Achmad Fauzi bisa mendengar keluhan warga yang sudah sejak 2003 silam.

“Insyaallah pemerintahan baru ini memiliki Good will dan saatnya bersih-bersih kepala Dinas terkait apabila ada kadis yang membela kepentingan pengusaha tower,” harapnya. (ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *