Demi Kepentingan Umat, Para Kiai Madura Pendukung Prabowo Tolak Gerakan People Power

  • Whatsapp
Para Kiai Madura pendukung Prabowo di rumah Gus Ipul

Surabaya – Para Kiai Muda alias Gus asal Madura berkumpul di kediamana Ketua PBNU Saifullah Yusuf di Surabaya, Sabtu, 5 Mei 2019. Mereka bersepakat menjaga perdamaian dan persatuan umat usai pemilihan presiden 2019.

“Sepakat bersatu untuk kepentingan umat, kepentingan Aswaja dan kepentingan rakyat Indonesia serta memperkokoh ukhuwah,” kata Gus Ipul –sapaan akrab Saifullah Yusuf.

Muat Lebih

Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut dihadiri sejumlah gus asal “Pulau Garam” yang dikenal sebagai pendukung pasangan calon presiden nomor urut 01 dan nomor urut 02.

Mereka yang hadir, antara lain Gus Soleh Masduki dan Gus Hasyim Zubeir (Bangkalan), Gus Zamzami Mahrus, Gus Amin bin Syafi’, Gus Syaiful bin Jafar, Gus Saiful Rohim Sahuri, Gus Zaid Kayyis, Gus Ali bin Usman dan Gus Najmudin (Sampang), Gus Jafar Fauzi (Pamekasan), dan Gus Madzkur bin Awwaf (Sumenep).

Turut hadir pada kesempatan tersebut Gus Abdurrozaq Sholeh dari Pesantren Bahrul Ulum Jombang yang didampingi Ketua Ikatan Gus Gus Indonesia (IGGI) KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur).

Menurut Gus Ipul, pertemuan yang diinisiasi KH Mahrus Malik asal Pondok Pesantren Jrengoan Sampang itu juga sesuai arahan ulama serta bersepakat melawan berita hoaks dan provokasi yang berpotensi memecah belah umat.

“Kami hanya akan mengikuti gerakan yang direstui dan dikendalikan oleh para kiai,” kata Gus Ipul.

Sementara itu, Gus Abdurrozaq Sholeh asal Pesantren Bahrul Ulum Jombang juga dengan tegas menyatakan bahwa pemilihan presiden 2019 selesai dan diharapkan seluruh santri di Tanah Air tetap tenang.

“Saya mengimbau masyarakat tidak perlu ikut gerakan mobilisasi massa seperti yang disampaikan Amien Rais. Saya pendukung utama 02, tapi tidak akan mendukung gerakan itu. Kami para gus dan lora hanya akan ikut gerakan dalam kendali kiai, bukan Amien Rais,” ucapnya.

Di tempat sama, Ketua Ikatan Gus Gus Indonesia (IGGI) KH Ahmad Fahrur Rozi mengatakan para lora se-Madura yang berkumpul juga sepakat untuk mengembangkan virus kebaikan dan kedamaian dalam menyambut bulan Ramadhan 1440 Hijriah.

“Para lora akan berkumpul kembali dalam beberapa hari ke depan menindaklanjuti hasil pertemuan ini. Prinsipnya kami akan mengawal dan mendukung penuh hasil keputusan KPU,” kata Gus Fahrur, Pengasuh Pondok Pesantren An Nur 1, Bululawang, Malang, tersebut.

Dalam pertemuan itu menghasilkan lima poin kesepakatan, yakni:

1. Melihat perbedaan ini sebagai rahmat, bahwa ulama meski berbeda pendapat tetap bersatu.

2.  Sesuai arahan ulama, kami bersepakat untuk memperkokoh ukhuwah menjaga persatuan dalam rangka mengawal akidah aswaja, kepentingan santri, ummat dan memakmurkan rakyat.

3. Kami sepakat melawan berita hoax, provokasi yang memecah belah ummat. Kami hanya akan mengikuti gerakan yang direstui dan dikendalikan oleh para kiai.

4. Sepakat mengembangkan virus kebaikan dan kedamaian dalam menyambut bulan Ramadhan. 5. Akan bertemu kembali dalam beberapa hari ke depan untuk menindaklanjuti hasil pertemuan ini. (rus/onk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *