Ciptakan Kader Millenial Berjiwa Disiplin Melalui Diklatama

  • Whatsapp
DIKLATAMA : Musyfikurrahman ketua PC IPNU Sumenep saat membuka diklatama di Lapangan Manding (SantriNews.com/rus)

Sumenep – Dewan Koordinator Anak Cabang (DKAC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) IPNU-Korp Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (KPP NU) Kecamatan Manding menggelar Pendidikan Dasar Tingkat Pertama (DIKLATAMA).

DIKLATAMA resmi dibuka oleh Ketua PC IPNU Sumenep, Musyfikurrahman, di lapangan Manding, Jumat, 27 September 2019.

Muat Lebih

Kegiatan tersebut merupakan pelatihan tingkat pertama dalam sistem pengkaderan di ranah CBP KPP. Pada kegiatan Diklatama kali ini mengusung konsep pelatihan Outdor, di dalamnya juga diisi dengan materi ke-Aswaja-an, ke-NU-an, ke-IPNU-an, dan ke-IPPNU-an. Itu sebagai bekal bagi kader untuk mengadi di NU.

Pelatihan Diklatama ini, dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari kedepan. Kegiatan dengan tema “Menciptakan Kader Milenial yang Berjiwa Disiplin” diharapkan bisa menambah keilmuan peserta dalam memahami perjuangan NU di Tanah Air.

Selain itu, pelatihan tersebut juga sebagai upaya untuk mendidik kader berwatak disiplin. Artinya bukan hanya kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, melainkan juga disiplin dalam keilmuan.

Musyfikurrahman mengatakan, bahwa banyak kader yang sudah alumni Diklatama dan terbukti militan. Hal itu dibuktikan dengan mengabdikan diri di NU.

“Inilah bukti nyata bahwa kegiatan Diklatama mampu melahirkan sosok pemimpin yang militan,” katanya saat memberikan sambutan.

Menurut Musyfik, hari ini NU dijajah dari segala aspek. Tentu sebagai kader NU harus siap melawan persoalan tersebut dengan membangun fondasi keilmuan dan penguatan ideologi ke-NU-an.

“Jangan harap 20 tahun kedepan NU bisa sebesar saat ini, jika tidak dibangun secara kuat fondasinya melalui CBP KPP,” ucap alumnus STIT Aqidah Usymuni itu. (rus/bay)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar

  1. Assalamualaikum. Salam sejahtera kami sampaikan. Santri News ini apakah menerima karya tulis opini puisi dan lain2. Mohon pencerahannya.