Beredar Kabar PDIP Rekom Puti-Lilik, Pengamat: Bukan Lawan Berat Mahfudz Arifin

  • Whatsapp

SURABAYA– Pilwali Surabaya benar-benar menjadi perhatian banyak pihak. Meski Calon Walikota yang diusung hampir oleh mayortitas Partai yang ada di DPRD Kota Surabaya Machfud Arifin atau yang akrab disapa MA telah memastikan menggandeng Mujiaman Sukirno yang sebelumnya menjabat Kepala PDAM Kota Surabaya, tapi kepastian penantangnya belum jelas. Sebab hingga kini, PDIP belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan diusung.

sebelumnya, ramai diperbincangkan PDIP akan mengusung antara Ery Cahyadi, Wisnu Sakti Buana, dan Armuji sebagai Calon Pengganti Walikota Tri Rismaharini. Tetapi, beredar informasi mengejutkan, mendekati waktu pendaftaran awal bulan depan, PDIP justru memberikan rekomendasi pada Puti Guntur Soekarno berpasangan dengan Lilik Arijanto, S.T, M.T sebagai Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Surabaya. Dalam surat yang menyebar via WhatsApp itu tampak surat tersebut ditandatangani oleh Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Sekjend DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.

Muat Lebih

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari PDIP terkait kebenaran foto surat rekomendasi yang beredar tersebut. Hanya saja sebelumnya Puan Maharani pernah memperlihatkan amplop tertutup yang diduga berisi rekomendasi Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Surabaya. Hanya saja isi amplop rekomendasi tersebut belum dibuka ke publik.

Pengamat Politik, dari Lembaga Survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARC Indonesia), Baihaki Siraj saat dikonfirmasi terkait kemungkinan rekomendasi Puti-Lilik menjelaskan bahwa bila itu benar maka, tentu Machfud Arifin atau MA bisa dikatakan menang satu langkah. ” Bila surat yang beredar itu benar, maka Pak MA menang satu langkah, dan rekom PDIP tidak ada yang terlalu istimewa,” terang Baihaki.

Itu disebabkan, mata Baihaki, MA sudah stard lebih awal. Sehingga secara kesiapan, MA bisa dikatakan lebih siap. ” Pak MA sudah mulai massif gerakannya ke masyarakat,” tukas Baihaki.

Meski demikian, kata Baihaki, Puti juga tidak terlalu sulit untuk melakukan konsolidasi dengan cepat. Selain karena masih trah Soekarno yang menyebabkan dirinya lebih mudah diterima dan dikenal masyarakat, Puti juga sudah memiliki modal pernah mencalonkan sebagai Wakil Gubernur Jatim. ” Apalagi diawal-awal juga sempat ramai diperbincangkan akan maju,” tandasnya.

Bila benar PDIP merkom Puti, Baihaki memprediksi itu terkait sengitnya pertarungan antar kader PDIP yang berniat maju di Pilwali. Dan faksi-faksi yang selama diinternal PDIP ini muncul lebih mudah disatukan bila Puti yang diusung pada Pilawali Surabaya.

” Bila faksi-faksi itu bisa disatukan, tentunya akan lebih mudah menggerakkan mesin Partai dalam memenangkan Pilwali Surabaya bagi PDIP,” ungkapnya.

Hanya saja, Calon Wakil yang digandeng, baik MA atau Puti juga bukan tokoh yang terlalu langsung bisa mendongkrak elektoral calon. ” Mungkin saja itu yang dibutuhkan sosok birokratnya, baiknya Mujiaman atau Lilik,” katanya.

Tetapi, Baihaki mengajak semua pihak bersabar. ” Tapi kalau menurut saya lebih baiknya menunggu pengumuman resmi, sebab itu baru info yang beredar, belum ada pengumuman resmi,” tutupnya.(rus/nil)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *