Anwar Sadad: Investasi Tinggi Tak Mengubah Lonjakan Pengangguran di Jatim

  • Whatsapp

PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anwar Sadad mencari benang merah inpek investasi dan surplus perdagan di Jawa Timur untuk penekanan angka pengangguran.

Sadad mengatakan, investasi di Jatim semula merupakan harapan besar untuk mengangkat perekonomian kerakyatan serta banyak membuka lapangan kerja baru. Kendati demikian, hal itu tidak sesuai dengan yang diperkirakan.

Muat Lebih

Menurutnya, investasi di Jatim tidak memberi perubahan yang signifikan terhadap kemajuan rakyat kecil. Dikatan Sadad, penganggurasn justeru meningkat tajam.

“Sebenarnya, investasi itu buat siapa? Surplus perdagangan itu menguntungkan siapa?,” jelas Sadad saat menutup kegiatan Pelatihan Kerja yang diadakan oleh UPT BLK Pasuruan Provinsi Jatim di Gedung katan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Pohjentrek Pasuruan, pada Jumat 9 April 2021.

Bahkan Sadad mengaku bingung terhadap presatasi Jatim yang meraih juara nasinol wilayah terbaik dengan nilai investasi yang besar.

“Dalam penanaman modal dalam negeri di Jatim juara nasional sepanjang tahun 2020. Di samping itu, perdagangan dalam negeri Jatim juga mengalami surplus Rp 91 triliun. Tapi, di sisi lain, angka pengangguran di Jawa Timur mencapai 5,26 persen dari keseluruhan angkatan kerja di Jatim yang berjumlah 21 juta,” urainya.

Kendati demikian, Plt Ketua DPD Gerindra Jawa Timur ini, tetap merasa bangga atas juara investasi nasional yang diraih Provinsi Jawa Timur.

Begitu pun dengan prestasi perdagangan dalam negeri yang mengalami lonjakan dibanding tahun sebelumnya.

Sadad menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur harus membekali warganya dengan keterampilan produktif guna mengurangi angka pengangguran. “Ini merupakan ‘warning’ bagi Gubernur dan jajarannya,” tegasnya.

Sedangkan Sadad sendiri berjanji akan terus mendorong  UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertran yang tersebar di 16 lokasi di Jawa Timur untuk memperbanyak volume kegiatan pelatihan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sadad meminta Pemprov Jatim dapat memfasilitasi warganya supaya memiliki keterampilan produktif. Salah satunya dengan membuka BLK milik Pemprov untuk masyarakat.

Bagi Sadad, sektor pekerjaan informal maupun non formal di Jawa Timur mesti mendapat perhatian lebih besar. Sebab, katanya,sebanyak 70 persen angkatan kerja berada di sektor itu.

“Jika tingkat pengangguran tak terkendali, maka kinerja Gubernur di sektor lain yang ‘moncer’ menjadi sia-sia,” pungkasnya. (ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *