Antisipasi Ketahanan Santri dari Gelombang Covid-19, PCNU Sumenep Bantu 139 Pesantren

  • Whatsapp

SUMENEP – Kasus Covid-19 di kabupaten Sumenep kian hari terus meningkat. Virus ganas itu menginfeksi tanpa pandang bulu. Baik dokter, perawat, petani, bahkan warga pesantren juga tidak luput dari virus Corona.

Di Sumenep, warga pesantren yang pernah terpapar Covid-19 yakni santriwati Pesantren Annuqayah Guluk – Guluk Sumenep pada Juni 2020 yang lalu.

Muat Lebih

Kini data terbaru di Instagram Dinas Kesehatan Sumenep per 31 Desember 2020 kasus terkonformasi positif sudah sebanyak 1196 orang, 885 orang elesai jalani isolasi, suspek 23 kasus dan meninggal akibat Covid-19 sebanyak 74 orang.

Berdasarkan data yang dihimpun Polres Sumenep, kota ujuang timur pulau Madura ini tertinggi kasus Covid-19 di Jawa Timur per 23 Desember 2020.

Melihat data perkembangan kasus Covid-19 di atas, Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (RMI PCNU) Sumenep -Banom NU yang mengurusi Kepesantrenan- langsung sigap berupaya membentengi santri dari Covid-19. Yakni dengan memberi bantuan alat kesehatan dan obat – obatan yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

Ketua RMI PCNU Sumenep KH Ubaidillah Tsabit mengatakan, pihaknya hanya akan memberi bantuan kepada 139 pesantren yang tersebar Kabupaten Sumenep. Sedangkan jumlah seluruh pesantren berdasar data Kementrian Agama (Kemenang) Sumenep sebanyak 334.

Pesantren yang akan merima bantuan Di antaranya yang ada di Kecamatan Pragaan, Bluto, Saronggi, Giligenting, Kota, Lenteng, Ganding, Guluk-Guluk, Pasongsongan, Ambunten, Rubaru, Manding, Gapura, Batang-Batang, Dungkek dan Batuan. Sedangkan di wilayah kepulauan tersalur ke Arjasa dan Kangean.

Masing-masing pesantren yang akan menerima bantuan diberi hand sanitizer sebanyak 400 pcs, 60 box Vitamin C, 1400 pcs masker, tangki disinfektan sebanyak 5 unit dan tablet disinfektan sebanyak 5 paket.

“Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumenep kian meningkat, karenanya kami harus segera mendistribusikan paket bantuan ini. Setidaknya upaya-upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pesantren-pesantren ini bisa kita support dengan pengadaan alat-alat tersebut,” jelasnya pada, Kamis 31 Desember 2020.

Kiai Tasbit menerangkan, bantuan RMI PCNU Sumenep yang belum menyentuh ke semua pesantren karena penyusunan program kerja yang belum kelar. Bantuan kali ini, sambungnya, merupakan kegiatan mendesak karena Sumenep mengalami musibah Covid-19 yang terus meningkat.

“Kami di RMINU memang masih tahap perampungan program kerja, tetapi atas amanah dari pengurus harian PCNU Sumenep untuk segera mendistribusikan paket bantuan ini ke pondok pesantren, ya kami segerakan,” ujarnya.

Bantuan penanganan Covid-19 diberikan secara simbolik oleh Kiai Tsabit kepada salah satu perwakilan pengurus pesantren, bertempat di Aula PCNU Sumenep. (ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *