Ansor Jatim Komitmen Pengembangan UKM

  • Whatsapp

Surabaya – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menggelar Ngaji Bersama dan Pengukuhan Pengurus Bidang dengan tema “Bangkit, Berdaya, Mandiri Dan Sejahtera Bersama PW GP Ansor Jatim”.

Pengukuhan yang diselenggarakan di Graha Ansor Jawa Timur, mengukuhkan Bidang Kesehatan, Ketenagakerjaan dan K├ęsra, Bidang Perekonomian, Koperasi dan Pengembangan UKM serta Bidang Inovasi dan Industri Kreatif.

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur, H. Syafiq Syauqi berharap besar terhadap departemen yang sudah dikukuhkan. “Kami punya ekspektasi besar dari departemen yang sudah dikukuhkan bersama, bisa memberikan kontribusi besar kepada PW GP Ansor,” ujar Gus Syafiq dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Ia berharap, kader-kader yang telah dikukuhkan bisa memberikan dharma baktinya, agar memberikan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum.

“Kita berusaha bermanfaat tidak memandang agama, ras dan lain sebagainya, kita menebar manfaat supaya bisa menjaga eksistensi GP Ansor hingga yaumil qiyamah,” pungkasnya.

Musaffa’ Safril, Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Koperasi dan Pengembangan UKM mengatakan, bahwa dengan dikukuhkannya pengurus bidang Perekonomian, Koperasi dan Pengembangan UKM dapat menjadi spirit baru bagi komitmen PW GP Ansor Jawa Timur dalam mengawal program perekonomian nasional.

“Hal tersebut yang telah dimandatkan pada Rakerwil Ansor Jatim beberapa waktu yang lalu, yaitu Pengembangan UKM, Akses pemasaran dan permodalan serta literasi keuangan,” ujarnya, pada Selasa (6/4).

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa Jawa Timur adalah Propinsi terbesar kedua di Indonesia, dengan jumlah penduduk hampir 40
juta (BPS tahun 2020) Jawa Timur menjadi pusat perputaran ekonomi yang besar pula. “Ketimpangan ekonomi memungkinkan dampak yang jauh lebih dalam untuk beberapa cluster usaha dan pekerjaan,” katanya.

Untuk mewujudkan upaya tersebut pihaknya sudah menyiapkan lima Langkah, yaitu:

  1. Membangun sumber pertumbuhan dan menjaga stabilitas ketahanan pangan dengan mengatur pola musim panen. Kemudian mengantisipasi dampak musim kemarau, memperkuat rantai pasok online dan logistik pangan.
  2. Meningkatkan penanaman modal asing sebagai strategi dengan impact tertinggi, karena menghasilkan spillover dan multiplier, terutama peningkatan TFP (Total Factor Productivity)
    modal dan tenaga kerja.
  3. Mendorong pembangunan Proyek Strategis Nasional (Perpres No. 80/2019) ber-mutiplier besar sehingga mendorong produktifitas dan efisiensi perekonomian.
  4. Melakukan penguatan implementasi dan derajat pengawasan Izin Operasional Mobilitas dan Kegiatan Industri (IOMKI) yang Iebih ketat terhadap pertumbuhan ekonomi.
  5. Meningkatkan kapasitas UMKM melalui korporatisasi, digitalisasi dan inovasi pembiayaan.

Mantan Kader PMII Surabaya ini optimis dalam pendataan mampu menjaring minimal 1000 (seribu) pengusaha Ansor di Jawa Timur.

Adapun proses pendataan dilakukan sebagai berikut:

  1. Pendataan dilakukan secara online
  2. Data yang masuk selanjutnya akan diverifikasi oleh pengurus Ansor di tingkatan Cabang (kabupaten/kota), Anak Cabang (kecamatan) dan Ranting (Desa/Kelurahan).
  3. Peserta yang terpilih dan lolos seleksi selanjutnya diminta komitmennya untuk mengikuti proses kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *