Akhir Jabatan Bupati Sumenep, Sekda Ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Harian

  • Whatsapp

SUMENEP – Serah terima jabatan Bupati Sumenep kepada petugas pelaksana harian (PLH) Sekretaris Daerah Edy Rasyiadi, Selasa, 17 Februari 2021.

Sesuai dengan surat keputusan Gubernur Jawa nomor 131/165/011.2/2021 soal petugas pelaksana harian.

Muat Lebih

Diawali penandatangan oleh Bupati KH Busyro Karim dan penyerahan kepada PLH sekaligus sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep.

Mengingat masa jabatan KH Busyro Karim-Achmad Fauzi berakhir pada tanggal 17 Februari 2021. Hal ini berdasarkan Surat keputusan (SK) dari kemendagri.

Sejatinya, pelantikan Bupati dan wakil Bupati terpilih terlaksana pada tanggal 17 Februari 2021 namun karena masih menunggu keputusan Mahkmah Konstitusi (MK) Kemendagri mengundur pelantikan. Untuk mengisi kekosongan jabatan dibentuk Pelaksana Harian (PLH).

Pelaksana Harian (“Plh”) adalah pejabat yang melaksanakan tugas rutin dari pejabat definitif yang berhalangan sementara, sedangkan Pelaksana Tugas (“Plt”) adalah pejabat yang melaksanakan tugas rutin dari pejabat definitif yang berhalangan tetap.

Bupati Sumenep KH A Busyro Karim menyampaikan merasa telah lega karena hari ini sudah purna masa jabatanya. “Alhamdulilah hari ini saya purna dari jabatan Bupati Sumenep,” kata KH Busyro Karim.

Bupati, kata KH Busyro Karim merupakan amanah rakyat bahkan selama 10 tahun menjadi Bupati banyak hal yang dicapai. Salah satunya dalam bidang SDM dan Infrastruktur.

“Terima kasih kepada seluruh OPD dan seluruh elemen yang ikut membantu selama 10 tahun dalam kepimpinannya,” ulasnya.

Menurut Politisi PKB meskipun secara formal purna dari jabatan Bupati tetapi dirinya tetap akan memberikan kontribusi dengan cara yang lain.

PLH Bupati Sumenep, Edy Rasyiadi mengatakan dibawah kepemimpinan KH Busyro Karim banyak hal yang dicapai. Tentu, ini tidak lepas dari sentuhan tangan dinginnya.

“Meskipun beliau ada diluar tetapi kita tetap meminta masukan,” tuturnya.

Diakhir sambutan, Edy Rasyiadi selaku Sekda Sumenep mewakili seluruh Aparatur Sipil negara (ASN) di lingkungan kabupaten Sumenep. “Kami meminta maaf jika selama ini kurang berkenan,” pungkasnya. (rus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *