Advokat Tersangka Kasus Penistaan Menyangkal Tak Bersalah

  • Whatsapp
Muhammad Sidik, Advokat yang jadi tersangka kasus penistaan. (Santrinews.com/istimewa)

SUMENEP – Muhammad Sidik, tersangka kasus penistaan melalui komentar di koran mengaku aneh terhadap kasus yang menimpanya.

Sidik Menjelaskan, kasus tersebut bermula dari kasus sengketa tanah antara kliennya dengan PT SMIP –pengelola Perumahan Busumekar Asri (BSA)- sejak 2015 silam.

Muat Lebih

“Saya juga heran, kenapa kasus pencemaran nama baiknya yang didahulukan,” ujarnya kepada Santrinews pada, Jumat 4 Juni 2021.

Baca Juga: Seteru Sengketa Tanah, Adu Bukti PT SMIP dan JCW Hingga Saling Somasi

Sidik menyangkal, komentarnya yang dijadikan dasar laporan penistaan oleh Kuasa Hukum PT SMIP tidak benar.

“Di sini dengan dia mengakui bahwa sudah ada tukar guling sudah tidak bisa dikatakan pencemaran nama baik lagi, karena dia mengakui ada tukar guling,” katanya.

Polres Sumenep menetapkan Sidik sebagai tersangka penistaan lantaran tudahannya terhadap PT SMIP dikatakan tidak terbukti .

Menurut Sidik, tuduhannya tersebut bukanlah omong kosong belaka. Pihaknya mengaku telah mengantongi bukti melalui proses penyidikan oleh Polda Jawa Timur.

“Sekarang sudah dibuktikan oleh penyidik Polda Jatim, bahwa tukar gulingnya tidak ada. Polda Jatim juga sudah minta kepada BPKP untuk melakukan audit,” urainya.

Dalam surat penetapan Polres Sumenep, Nomor: S.Tap/73/V/2021/Satreskrim, diterangkan, Sidik telah menuduh PT SMIP menyerobot tanah milik desa. Tuduhan tersebut tertuang dalam muatan Koran Radar Madura edisi Minggu, 27 November 2016 dengan judul berita “Tanah Pecaton Tumbuh Perumahan”.

Kuasa Hukum PT SMIP, Subagyo menjelaskan, Sidik sempat diberi kesempatan oleh penyidik untuk membuktikan tudingannya.

“Sudah diiizinkan oleh penyidik untuk membuktikan. Namun tak bisa membuktikan. Dia sudah cukup lama kita tunggu untuk membuktikan, tapi tidak bisa dan tidak mengakui kesalahannya,” terangnya. (ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *